Analisis Keseimbangan Sektor Moneter Dengan Matematis

Analisis Keseimbangan Sektor Moneter Dengan MatematisAnalisis Keseimbangan Sektor Moneter Dengan Matematis

Menurut Mankiw kurva LM dapat digambarkan dalam matematisnya sebagai berikut :

LM : M/P = L (r,Y)

Model tersebut menunjukkan kebijakan fiskal , G dan T, kebijakan moneter M, dan harga sebagai exogenous. Sehingga hal tersebut menunjukkan kurva IS hanya menujukkan kombinasi antara r dan Y, hal ini sesuai dengan persamaan pada pasar barang. Dan kurva LM hanya menunjukkan kombinasi antara r dan Y yang sesuai dengan persamaan pada pasar uang. Kedua kurva tersebut dapat kita lihat dari Gambar 4 berikut ini.

Dari Gambar 8 tersebut dapat kita ketahui hubungan antara kurva IS dan kurva LM yang menunjukkan secara simultant keseimbangan pada pasar barang dan pasar uang untuk memberikan nilai pada pengeluaran pemerintah, pajak, penawaran uang, dan tingkat harga.

Contoh menganalisi Keseimbangan Sektor Moneter 

Untuk menerangkan hubungan antara permintaan uang untuk transaksi dan permintaan uang untuk berjaga-jaga dengan permintaan uang L1, dengan data sebagai berikut:

LT = 0,25Y                        LJ = 0,15Y

dimana:

LT   : permintaan uang untuk transaksi

LJ   : permintaan uang untuk berjaga-jaga

Berdasarkan data tersebut, dengan mengingat bahwa kurva atau fungsi L1 merupakan hasil penjumlahan kurva permintaan akan uang untuk transaksi dengan kurva permintaan uang untuk berjaga-jaga, maka dapat kita tulis:

L1 = LT + LJ = 0,25Y + 0,15Y = 0,4Y.

Jadi singkatnya: L1 = 0,4Y

Permintaan uang untuk spekulasi (L2) dipengaruhi oleh r (tingkat bunga) mempunyai slope negatifSemakin tinggi tingkat bunga maka semakin rendah permintaan akan uang.

Syarat keseimbangannya pasar uang sudah kita ketahui, yaitu bahwa jumlah permintaan uang sama dengan jumlah penawaran uang.

Secara matematik dapat dituliskan:

L = M        atau:    L1(Y) + L2(r) = M       atau:    L(Y,r) =

Kalau permintaan akan uang dan penawaran akan uang mempunyai persamaan-persamaan fungsi sebagai berikut.

Jumlah uang yang beredar :

Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga :

L1 = k1Y

Permintaan uang untuk spekulasi:

L2 = k2r +

Maka:

M = k1Y + k2r +

Kalau persamaan di atas kita selesaikan untuk variabel Y, kita akan menemukan persamaan fungsi kurva LM:

Persamaan fungsi yang baru saja kita temukan di atas merupakan persamaan fungsi kurva LM. Persamaan tersebut berlaku kalau semua fungsi permintaan akan uang berbentuk garis lurus. Sekedar untuk menunjukkan bagaimana memanfaati rumus kurva LM tersebut, perhatikan contoh di bawah ini.

Sebuah perekonomian mempunyai data sebagai berikut:

Jumlah uang yang beredar                                                            :  = 200 milyar rupiah

Permintaan uang untuk transaksi (dalam milyar rupiah)               : LT = 0,25Y

Permintaan uang untuk berjaga-jaga (dalam milyar rupiah)          : LJ  = 0,15Y

Permintaan uang untuk spekulasi (dalam milyar rupiah)              : L = 160 – 4r

Berdasarkan data di atas, dengan menggunakan persamaan yang telah ada, maka kita dapat menemukan persamaan fungsi kurva LM.

Pertama-tama kita cari persamaan kurva L1.

Sumber: https://gurupendidikan.org/