Ancaman Pelaku Bisnis Baru

Ancaman Pelaku Bisnis Baru

Bila sebuah perusahaan masuk kedalam sebuah industry, maka secara otomatis perusahaan yang sudah akan terancam, karena: ada kapasitas baru yang bertambah, serta kemungkinan digerogotinya pangsa pasar yang ada, dan akan membuat tambahan permintaan passokan atas sumber daya seperti SDM, ataupun bahan baku. Semua ini akan mengganggu perusahaan-perusahaan yang sudah ada terlebih duludi dalam industry. Karena itu, semakin tinggi potensi pelaku baru masuk, semakin tinggi potensi ancaman yang akan dihadapi oleh pelaku yang ada didalamnya.

Pemain baru dari sebuah industry selalu membawa kapasitas baru dan harapan untuk mengambil pangsa pasar dengan menekan harga, biaya, dan tingkat investasi yang diperlukan. Biasanya, mereka yang sudah punya kapasitas dipasar yang lain, punya daya ungkit untuk menggoyankan persaingan.

Ancaman Pelaku Bisnis Baru

Menurut Michael Porter, anacaman pendatang baru dapat ditentukan paling tidak oleh hal-hal sebagai berikut.

  1. Skala ekonomis. Artinya, skala ekonomis yang dituntut untuk pelaku yang ingin berkiprah bias penyurutkan pihak yang akan masuk. Untuk mendirikan sebuah maskapai penerbangan, misalnya, skala ekonomis yang terjadi adalah pada tingkat setiap perusahaan memiliki minimal 5 pesawat dengan 10 tujuan penerbangan. Bagi perusahaan dengan kemampuan dibawah itu, tentu harus mengurungkan niatnya menjadi pelaku maskapai.
  2. Diferensiasi produk. Hal berikutnya yang sangat menentukan potensi adanya pelaku baru adalah diferensiasi. Diferensiasi ini adalah bagaimana strategi perusahaan untuk dapat dianggap berbeda oleh konsumennya dari pelaku yang lain. Kaitannya dengan potensi masuknya pelaku baru adalah pelaku baru dituntut untuk kekhasan yang membuat dirinya berbeda. Kekhasan ini bias dari segi pilihan produk, strategi pemasaran, strategi operasi, dan lain sebagainya.

  1. Ancaman Produk Subtitusi

Pada dasarnya, persaingan yang harus didapi oleh sebuah perusahaan, bukanlah kepada perusahaan yang memiliki produk yang persis sama. Sering kali perusahaan harus berhadapan dengan perusahaan-perusahaan yang produknya merupakan subtitusi dari produk prusahaan pertama. Misalnya saja, untuk menbuat minyak goreng, bahan baku subtitusi selain dengan minyak sawit, sering digunakan minyak matahari. Selain minum susu yang berasal dari sapi, orang minum susu yang berasal dari kacang kedelai.

Seperti juga kita lihat pada ancaman produk baru, ancaman produk subtitusi juga memiliki beberapa kondisi, misalnya:

  1. Skala ekonomis. Penjelasanya sama dengan penjelasan ancaman pendatang baru diatas.
  2. Akses ke saluran distribusi. Biasanya, produk yang sudah ada telah memiliki akses distribusi. Para penyalur begitu loyal dan kuat hubunganya dengan perusahaan yang sudah ada sehingga tidak begitu mudah untuk ditembus oleh produk yang menjadi subtitusi.

baca juga :