Apakah Diet Vegan Aman untuk Anak?

Para ahli mengatakan diet ketat dapat menghilangkan anak nutrisi dan vitamin penting, yang dapat menyebabkan gizi buruk dan masalah kesehatan serius lainnya.

Pada blan Juli 2016, The Washington Post menerbitkan sebuah cerita tentang pasangan Italia yang kehilangan hak asuh anak mereka yang berusia 14 bulan.

Anak laki-laki itu dirawat di rumah sakit dengan berat sekitar bayi rata-rata 3 bulan.

Dia membutuhkan operasi darurat untuk kondisi jantung kongenital yang diperparah oleh kadar kalsium rendah.

Alasan rendahnya kadar kalsium dan kekurangan gizi umum?

Orang tuanya telah menjaga anak laki-laki mereka menjalani diet vegan yang ketat sejak lahir tanpa memberikan suplemen untuk menebus nutrisi yang hilang darinya.

Menurut Post, kasus ini memang tidak unik.

Sebenarnya, ini adalah kasus ketiga seorang anak di Italia dirawat di rumah sakit akibat diet vegan.

Dan ada kasus serupa di seluruh dunia yang berasal dari tahun 2004. Dalam satu kasus, pasangan di Amerika Serikat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah bayinya meninggal akibat kekurangan gizi.

Ahli suara keprihatinan

Pada pertemuan tahunan ke-50 European Society of Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (ESPGHAN) awal bulan ini, para ahli memutuskan untuk membicarakan bahaya diet vegan untuk anak-anak tanpa suplementasi yang tepat.

“Sulit untuk memastikan pola makan vegan yang sehat dan seimbang pada bayi muda, dan orang tua harus memahami konsekuensi serius dari kegagalan mengikuti saran mengenai suplemen makanan,” Dr. Mary Fewtrell, ketua komite nutrisi ESPGHAN, mengatakan dalam sebuah pers. pernyataan. “Resiko yang salah bisa termasuk kerusakan kognitif ireversibel dan, yang paling ekstrem, kematian.”

Dr. Myriam Van Winckel, seorang profesor di departemen pediatri dan genetika medis di Ghent University di Belgia, memiliki sesuatu yang serupa untuk dibagikan.

Semakin membatasi diet anak-anak, semakin besar risiko kekurangan, dan ini paling tinggi pada anak-anak vegan, “kata Van Winckel dalam sebuah pernyataan pers. “Tapi risikonya tidak berhenti sampai disitu. Ibu vegan yang menyusui juga perlu menyadari bahwa anak-anak mereka dapat mengembangkan kekurangan vitamin B-12 antara 2 dan 12 bulan karena kurangnya cadangan di tubuh mereka saat lahir, bahkan jika ibu tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan dirinya sendiri. “

Pejabat di ESPGHAN bukan satu-satunya yang membunyikan alarm.

Sebuah artikel 2010 oleh Canadian Pediatric Society menunjukkan data yang dikumpulkan dari beberapa penelitian tentang anak prasekolah vegan yang ketat dan anak-anak usia sekolah.

Kekhawatiran timbul terkait protein, serat, asam amino esensial, zat besi, seng, kalsium, lemak, asam lemak, vitamin B-12, D, A, dan riboflavin.

Para peneliti menambahkan bahwa tingkat energi dapat terpengaruh juga, yang membutuhkan “makanan padat kalori untuk menghasilkan pertumbuhan yang memadai.”

Artikel tersebut menyimpulkan bahwa sementara diet vegan dapat aman untuk anak-anak, anak-anak tersebut harus diawasi secara ketat untuk mendapatkan nutrisi, pertumbuhan, dan tingkat nutrisi yang tepat.

Baca Juga :