Bank Syariah dan Kebutuahan SDI

Bank Syariah dan Kebutuahan SDI

Bank syari’ah muncul karena tuntutan objek yang berlandaskan prinsip efisiensi. Dalam kehidupan berekonomi, manusia senantiasa berupaya untuk selalu lebih efisien. Berkenaan dengan konteks keuangan, tuntutan objek efisiensi tadi tampil berupa keinginan untuk serba dan lebih praktis dalam menyimpan serta meminjam uang, keinginan  untuk lebih memperoleh kepastian untuk mendapatkan pinjaman dan mendapatkan imbalan atas jasa penyimpanan atau meminjamkan uang, kecenderungan untuk mengurangi resiko serta usaha untuk menekan ongkos informasi dan ongkos transaksi.

Bank Syariah dan Kebutuahan SDI

Menurut Muhammad (2002), untuk menghadirkan dan memasyarakatkan lembaga keuangan syari’ah di Indonesia, ada beberapa masalah yang mendasar yang saat ini kita hadapi diantaranya adalah:

  1. Kekurangyakinan atau bahkan ketidakpercayaan sebagian besar umat Islam sendiri akan “kelebihan” lembaga keuangan syari’ah untuk mendatangkan rahmatan lil alamin.
  2. Kelangkaan pengetahuan konseptual dan kekurangan informasi praktis mengenai lembaga-lembaga keuangan Islam.
  3. Kekurangan bukti empiris atau contoh nyata yang bisa dijadikan sarana keyakinan umat mengenai keberhasilan lembaga keuangan Islam serta manfaatnya bagi umat.

Lembaga keuangan khususnya bank menjalankan peran sebagai perantara keuangan. Ia mengambil “posisi tengah” diantara orang-orang atau pihak yang berlebihan dana (penyimpan, penabung, deposan), dan orang-ornag atau pihak yang membutuhkan atau kekurangan dana (peminjam, debitor, investor), diantara kalangan pembeli dan kalangan penjual, diantara pihak pembayar dan pihak penerima. Instrumen-instrumen keuangan yang muncul (giro, bilyet, tabungan, kredit, cek, kartu kredit, saham penyertaan modal, bunga uang, dan sebagainya dalam segala bentuknya) adalah hasil-hasil penemuan karena tuntutan efisiensi.


  1. Ciri Ciri Bank Khususnya yang Kredibel dan Profesional

Kredibilitas ialah suatu nilai idiil berwujud rasa percaya orang/pihak lain terhadap seseorang atau sebuah lembaga. Kredibilitas  sebuah lembaga keuangan berarti kepercayaan masyarakat kepada lembaga itu berkenaan dengan dana titipan yang mereka amanatkan dan dana pinjaman yang mereka manfaatkan. Kredibilitas lembaga keuangan meliputi tujuh kriteria, antara lain unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Kejujuran dalam bertransaksi dengan nasabah
  2. Kesediaan untuk berposisi “sama-menang” (win-win) dengan nasabah
  3. Ketaatan dalam mematuhi atau memenuhi aspek-aspek legal yang berlaku
  4. Keterbukaan dalam menginformasikan kedudukan/perkembangan lembaga
  5. Kearifan dalam menangani atau menyelesaikan masalah-masalah khusus
  6. Kesehatan struktur permodalan lembaga tersebut
  7. Perkembangan kinerja bisnis atau usahanya.

Kendati merupakan nilai idiil, kredibilitas bukanlah sesuatu yang sekedar bersifat fenomenal, yakni cukup tercermin meliputi nama-nama besar para tokoh yang menaungi dan memiliki serta menjalankan sebuah lembaga keuangan. Jika bukan sesuatu yang hanya bersifat konseptual, yakni tersirat dari “dokumen-dokumen diatas kertas” (visi-misi, tujuan, program, serta AD/ART) lembaga dimaksud. Kredibilitas sebuah lembaga keuangan tercipta dan terangkat lebih disebabkan oleh bukti nyata perjalanan dan perkembangan lembaga tersebut.

Profesionalitas ialah sesuatu nilai praktis berujut keandalan dalam mengelola sebuah organisasi dan kecekatan dalam menjalankan kegiatan. Lembaga keuangan yang profesional berarti organisasi kelembagaanya terkelola dengan baik pula. Profesionalitas lembaga keuangan meliputi antara lain unsur-unsur:

  1. Kerapian pengelolaan organisasi dan lembaga yang bersangkutan
  2. Kesepadanan struktur organisasi dalam kegiatan yang dijalankan
  3. Kepekaan dalam mengenai kegiatan usaha yang dijalankan
  4. Ketersediaan sistem dalam mekanisme kerja lembaga
  5. Kesigapan dalam menangani dan menanggapi nasabah
  6. Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai
  7. Kepekaran jajaran pemimpin dan pengelola lembaga
  8. Keterampilan para tenaga pelaksana  operasional (karyawan)
  9. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatannya.\

sumber :

https://finbarroreilly.com/trick-art-dungeon-apk/