BATUK PENYAKIT

BATUK PENYAKIT

BATUK PENYAKIT
BATUK PENYAKIT

Berbeda dengan batuk “biasa” yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. “Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu, siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit. Ini yang harus dikendalikan.”Batuk bisa terjadi akibat adanya rangsangan di saluran napas, tapi ada juga batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh itu sendiri. “Jadi, bukan akibat adanya rangsangan, melainkan karena ada kelainan pada tubuh,” kata Muljono. Batuk akibat adanya rangsangan misalnya batuk karena alergi, karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat.Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Jika batuk terjadi karena TBC, kuman-kuman TBC yang ada di paru-paru akan tersembur keluar dan menular ke orang lain. Ada juga batuk akibat adanya gangguan otak (sistem saraf pusat). “Pernapasan, kan, dikontrol oleh otak juga.”Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bisa juga batuk karena infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesofageal reflux), terutama anak yang mempunyai masalah pencernaan.Pada balita, yang paling sering adalah batuk karena alergi yang menyangkut alat pernapasan atas, yakni hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya sinusitis dan asma. “Pada penderita sinusitis, rongga akan selalu mengeluarkan lendir yang tidak mengalir ke hidung melainkan ke tenggorokan. Ini yang menyebabkan batuk.”Yang belakangan juga banyak menyerang anak adalah batuk 100 hari atau pertusis. “Cirinya, batuknya kering dan berkali-kali.”

Sumber : https://articles.abilogic.com/424465/scouts-definition-history-purpose-function.html