Belajar dari Ide ‘Dream School’ di Finlandia

Belajar dari Ide ‘Dream School’ di Finlandia

Belajar dari Ide 'Dream School' di Finlandia

Belajar dari Ide ‘Dream School’ di Finlandia

Sistem pendidikan Finlandia dianggap sebagai salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia. Pendidikan di Finlandia bahkan lebih unggul dibanding Amerika Serikat dalam bidang membaca, sains, dan matematika.

Finlandia juga menjadi langganan menempati skor terbaik dalam survei penilaian

siswa internasional (PISA) yang dilakukan tiga tahun sekali sejak tahun 2000.
Menurut Allan Schneitz, tokoh pendidikan sekaligus pencetus ide Dream School asal Finlandia, pendidikan harus mampu menyiapkan anak-anak untuk menghadapi masa depannya. Karena tantangan yang datang di masa depan akan berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.
“Tujuan pendidikan yang utama adalah menyiapkan bekal bagi anak-anak untuk menghadapi masa depannya. Karena itu perlu bagi para pendidik untuk mendapatkan wawasan apa yang sebenarnya terbaik bagi anak-anak dalam pendidikan di sekolah,” kata Allan, dalam Seminar dan International Workshop yang diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Jumat (10/1).
Finlandia sendiri, menurut Allan, selama ini dinilai sebagai negara dengan pendidikan terbaik karena konsep pendidikan yang sebenarnya sederhana. Yakni konsep pendidikan yang memberi kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya.

Intinya satu, anak diajak untuk mengedepankan nilai-nilai baik (value) untuk bisa

bersikap dan berperilaku positif. Finlandia percaya semua anak memiliki keunggulan masing-masing selama diberi kesempatan.

Untuk menghadapi masa depan, ada keterampilan abad 21 yang harus dimiliki anak-anak, di antaranya kemampuan menumbuhkan kreativitas, membangun kerja sama dan berkolaborasi, berpikir kritis, dan membangun komunikasi.

Sementara itu, pakar pendidikan Indonesia, Munif Chatib, mengungkapkan bahwa

untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif, dibutuhkan sosok guru yang tegas dibandingkan guru yang keras.
Salah satu contoh saja, pada usia dini, anak-anak cenderung bersikap sesuai dengan apa yang diinginkan guru. Ketika mendapati guru memberikan perintah dengan nada tinggi misalnya, sangat mungkin siswa akan melakukan pekerjaan yang diperintahkan.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/