Biografi Al-Qazwini : Mengenalkan Ilmu Geografi Secara Sistematis

Biografi Al-Qazwini : Mengenalkan Ilmu Geografi Secara Sistematis

Al-Qazwini lahir pada tahun 1200 (600 H) di Kazwin, Persia. Nama lengkapnya adalah Zakariyya bin Muhammad bin Mahmud Abu Yahya al-Qazwini. Ia adalah keturunan Anas bin Malik, yang terkenal sebagai ahli geografi dan kosmografi. Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, al-Qazwini hijrah ke Baghdad, sebelum kemudian menetap di Damaskus (1233).
Al-Qazwini adalah penulis sebuah karya besar bidang kosmografi, yaitu Aja’ib al-Makhluqat wa Ghara’ib al-Mawjudat atau Prodigies of Things and Mitaculous Aspects of Things Existing (Keajaiban Benda-Benda Ciptaan dan Aspek Luar Biada Benda-Benda yang Ada). Karya ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas benda-benda yang tidak berkaitan dengan bumi, sedangkan bagian kedua menjelaskan yang sebaliknya. Pada bagian pertama, al-Qazwini menggambarkan fenomena yang berhubungan dengan langit, seperti bulan, bintang, matahari, penghuni surga, malaikat, dan sebagainya. Ia juga menguraikan kronologi penanggalan Arab dan Syiria. Pada bagian kedua, ia membahas empat elemen bumi (tanah, air, api, dan udara), meteor, dan angin. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang tujuh iklim bumi, laut, dan sungai.
Dalam bukunya, al-Qazwini juga menerangkan penyebab terjadinya gempa bumi, pembentukan gunung dan mata air, serta serba-serbi dunia hewan, manusia, mineral, dan tanaman. Ketika membahas hewan dan manusia, ia mendeskripsikan karakter dan anatomi masing-masing. Dalam literatur muslim, karya al-Qazwini ini dianggap sebagai uraian kosmografi pertama yang sistematis. Tak heran, nama al-Qazwini langsung populer. Kebenaran uraiannya dibuktikan dalam sejumlah besar naskah versi Arab, terjemahan bahasa Persia dan Turki, serta beberapa karya revisi para ahli.
Dalam Aja’ib al-Makhluqat wa Ghara’ib al-Mawjudat, al-Qazwini memasukkan sejumlah Tabel Geometri dan miniatur tanaman, hewan, bahkan monster, yang dianggapnya bernilai artistik tinggi. Ia juga mendeskripsikan bumi yang dibaginya berdasarkan tujuh jenis iklim. Kota, negeri, gunung, sungai, dan lain-lain diurutkannya secara alfabetis. Ketika mendeskripsikan suatu kota atau negeri, ia tak pernah lupa memasukkan fakta-fakta historis, data geografis, dan biografi beberapa tokoh terkemuka yang berasal dari tempat tersebut. Di kemudian hari, buku karya al-Qazwini ini juga diterbitkan dalam bahasa Persia dan Turki.
Apresiasi al-Qazwini yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan membuat beberapa ilmuwan Arab modern sering membandingkannya dengan Herodotus. Dalam buku Medieval islam (Chicago, 1947), G. Von Grunebaum sempat menguti beberapa pemikiran al-Qazwini yang tertulis dalam Aja’ib al-Makhluqat.
Al-Qazwini meninggal dunia pada tahun 1283 (682 H).