ETIKA

Table of Contents

 ETIKA

Etika adalah suatu ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruknya, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia kepada manusia lainnya, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia didalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Tujuan etika ialah mencapai kebahgiaan sebagai barang tertinggi dalam penghidupan. Tugas dari pada etika ialah mendidik kemauan manusia memiliki sikap yang pantas dalam segala perbuatan. Kebaikkan letaknya ditengah-tengah antara dua ujung yang paling jauh. Misalnya berani adalah antara pengecut dan nekat, dermawan antarak.ikir dan pemboros, rendah hati letaknya antara jiwa budak dan sombong. Maka agar pandangan yang sehat yaitu budi dan tahu mempengaruhi sikap manusia, perlulah manusia pandai menguasai diri. Orang yang dapat menguasai diri tidak akan terombang-ambing oleh hawa nafsu, tidak akan tertarik oleh kemewah-mewahan.

Disamping etika mengambil jalan tengah ada tiga hal yang perlu dipenuhi untuk mencapai kebahagiaan hidup yakni :

  1.  Manusia harus memiliki harta secukupnya, supaya hidupnya terpelihara.
  2.  Manusia harus memiliki rasa persahabatan
  3.  Manusia harus memiliki keadilan.

Keadilan dan persahabatan adalah budi yang menjadi dasar hidup bersama dalam hidup bersama dalam keluarga dan Negara.

  1. PENGETAHUAN

Pada Aristoteles kita menyaksikan bahwa pemikiran filsafat lebih maju,dasar-dasar sains diletakkan. Kuasa akal mulai dibatasi, ada kebenaran yang umum, jadi tidak semua kebenaran relatif. Sains dapat dipegang sebagian dan diperselisihkan sebagian. Seluruh alam merupakan suatu organisme besar, disusun dan digerakkan pertama oleh tuhan, menjadi satu kesatuan menurut tertentu.

  1. ONTOLOGI

Menurut Aristoteles ontologi pada dasarnya di maksudkan untuk mencari makna ada dan struktur umum yang terdapat pada ada, struktur yang dinamakan kategori dan susunan ada. Akan tetapi hasil pencarian Aristoteles menunjukkan bahwa pertanyaan mengenai makna ada membawa kita pada penghargaan terhadap keajaiban eksistensi manusia, sedangkan studi mengenai kategori membawa pada sebab pertama asal usul dari segala sesuatu ( Tuhan ). Tidak berlebihan jika di katakan bahwa motif yang sesungguhnya dalam studi mengenai ontologi adalah jastifikasi atau evokasi terhadap agama, di samping jastifikasi atas pengetahuan dan emosi etis.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/2017-tahun-kamera-berponsel-ganda-berikut-daftarnya/