Hak-hak Konsumen

Hak-hak Konsumen

Hak-hak Konsumen
Hak-hak Konsumen

Berbicara  hak-hak konsumen secara  universal tidak  bisadilepaskan dengan perjuangan kepentingan konsumen yang  mendapatpengakuan yang  kuat  ketika  hak-hak konsumen dirumuskan secara  jelas  dan sistematis. Pada  tahun 1962 misalnya, PresidenAmerika J.F. Kennedy dalam pidatonya di  depan Kongres AmerikaSerikat  mengemukakan 4 (empat) hak  konsumen, Hak-hak tersebutadalah the right to safety, the right  to be informed, the right  tochoose, the right  to be heard. Hak-hak tersebut disampaikan dalampidatonya di depan Kongres pada tanggal

15 Maret  1962.

Perlindungan hukum bagi  konsumen adalah dengan melindungihak-hak konsumen. Walaupun sangat beragam, secara  garis  besar hak- hak konsumen dapat dibagi  dalam tiga hak yang  menjadi prinsipdasar, yaitu:

  1. 1.hak  yang  dimaksudkan untuk mencegah konsumen dari kerugian,

baik  kerugian personal, maupun kerugian harta  kekayaan;

  1. 2.hak  untuk memperoleh barang dan/atau  jasa dengan harga wajar;

dan

  1. 3.hak   untuk   memperoleh  penyelesaian  yang   patut terhadap

permasalahan yang  dihadapi.

Posisi Tawar Konsumen Dalam Transaksi E-Commerce

Dalam perlindungan hukum bagi hak-hak konsumen di duniamaya, dengan pesatnya perkembangan e-commerce menimbulkandampak negatif bagi konsumen yang menempatkan konsumen dalamposisi tawar yang   lemah.  Secara   garis   besar,   dapat ditemukan  beberapa permasalahan yang  timbul yang  berkenaandengan hak-hak konsumen dalam transaksi e-commerce, antara lain:

  1. 1.Konsumen tidak  dapat  langsung mengidentifikasi, melihat, ataumenyentuh barang yang  akan  dipesan
  2. 2.Ketidakjelasan informasi tentang produk yang  ditawarkan dan/atautidak  ada   kepastian apakah konsumen telah  memperoleh berbagaiinformasi yang  layak  diketahui, atau  yang  sepatutnya dibutuhkanuntuk mengambil suatu keputusan dalam bertransaksi;
  3. 3.Tidak  jelasnya  status subjek  hukum, dari   pelaku usaha;
  4. 4.Tidak ada jaminan keamanan bertransaksi dan privasi sertapenjelasan terhadap risiko-risiko yang berkenaan dengan sistem  yangdigunakan, khususnya dalam hal pembayaran secara elektronik baikdengan credit card maupun electronic cash;
  5. 5.Pembebanan risiko yang  tidak  berimbang, karena umumnyaterhadap jual beli di internet, pembayaran telah  lunas  dilakukan dimuka oleh konsumen, sedangkan  barang belum   tentu   diterimaatau  akan menyusul kemudian, karena jaminan yang  ada  adalahjaminan pengiriman barang bukan penerimaan barang;
  6. 6.Transaksi yang  bersifat  lintas  batas  negara borderless,menimbulkan pertanyaan mengenai yurisdiksi hukum negara mana  yangsepatutnya

Perlindungan Hukum Bagi  Konsumen Transaksi E-Commerce

Menyikapi permasalahan dalam transaksi di internet, beberapanegara seperti di  Kanada, membuat kebijakan perlindungan hukum  bagi konsumen yang  melibatkan unsur pelaku usaha,organisasi konsumen, dan  pemerintah. Dengan mengacu padakebijakan yang  diterbitkan oleh Organization  for Economic Co-operation and Development (OECD),  Kanada mendesain kebijakanperlindungan hukum bagi  konsumen untuk dapat diterapkan padaberbagai medium perdagangan, termasuk didalamnya transaksi yang dilakukan di  internet.

Yurisdiksi adalah Pengadilan mana  yang  berwenang memeriksadan mengadili suatu sengketa. Karena  e-commerce tidak  mempunyaibatas-batas geografis, adanya komunikasi jarak jauh di mana siapapun dandari manapun dapat mengakses website.

Dengan karakteristik e-commerce seperti ini  konsumen akanmenghadapi berbagai persoalan hukum dan  peraturan perlindunganhukum bagi  konsumen yang  ada  sekarang belum  mampu melindungikonsumen dalam transaksi e-commerce lintas  negara di Indonesia.Dalam transaksi e-commerce tidak  ada  lagi  batas  negara maka undang-undang perlindungan.

Sumber : https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/seva-mobil-bekas/