Ibu-Ibu Sambut Antusias Inovasi Mahasiswa

Ibu-Ibu Sambut Antusias Inovasi Mahasiswa

Ibu-Ibu Sambut Antusias Inovasi Mahasiswa

Ibu-Ibu Sambut Antusias Inovasi Mahasiswa

Tidak seperti hari lain, Balai RW VI Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Senin (22/5) terlihat ramai sejak pukul 10.00. Ibu-ibu datang dengan anak balitanya. Mereka antusias mengikuti beragam kegiatan dari gerakan Sahabat Keluarga (SAGA). Sebuah proyek kolaboratif antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Kecamatan Kenjeran untuk mengentaskan kasus gizi buruk.
Ibu-Ibu Sambut Antusias Inovasi Mahasiswa
BERHEMAT: Eriana Yuniara Frastika (kanan) mengajarkan cara mengolah minyak jelantah untuk siap pakai kembali kepada Siti Khotimah, ketua PKK setempat. (Okky Putri Rahayu/Jawa Pos/JawaPos.com)

Berbeda dari penyuluhan biasanya, tidak ada pemaparan materi dari para ahli. Para mahasiswa mengajak para ibu dan anak untuk praktik langsung. Terutama inovasi-inovasi dosen dan mahasiswa kampus tersebut agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sesi inovasi peremajaan minyak jelantah menyita perhatian ibu-ibu. Maklum, minyak

jelantah atau minyak sisa menggoreng sering dianggap limbah. Upaya peningkatan daya guna dari bahan sisa di dapur jelas menarik untuk disimak. Apalagi, bahan dan caranya tidak sulit.

Eriana Yuniara Frastika, salah seorang mahasiswa, melakukan demo tentang peremajaan minyak jelantah. Bahan yang dibutuhkan berupa bonggol nanas, wortel, dan serai. ’’Bahan-bahan itu diparut dan dijemur sampai kering dulu,’’ katanya sambil mempraktikkan. Setelah itu, bahan tersebut dicampurkan ke minyak jelantah yang berwarna cokelat dan keruh. Dalam tiga hari perendaman, minyak akan lebih jernih. ’’Kekeruhannya bisa berkurang 80–90 persen,’’ ungkap mahasiswa D-3 kebidanan tersebut.

Eriana menegaskan, minyak hasil peremajaan itu hanya boleh dipakai maksimal dua kali. ’’Tidak boleh dipakai berulang-ulang,’’ tuturnya.

Para ibu diajak membuat aneka olahan jagung. Harganya terjangkau sekaligus bernilai gizi tinggi untuk anak. Salah satunya, puding Modisco. Puding tersebut terdiri atas campuran susu skim, mentega, gula, dan air. Campuran itu lantas ditambahkan ke olahan jagung dan sedikit bubuk puding.

Deny Aufi, mahasiswa prodi S-1 keperawatan kemudian mencontohkan cara

memasaknya. Puding sehat dan murah meriah itu diharapkan bisa jadi camilan untuk anak balita.

Sementara itu, anak-anak diajak bermain. Mayoritas pesertanya adalah murid TK Al Hidayah. Pelajaran tentang hidup sehat tersebut dikemas dalam permainan ular tangga anak sehat. Setiap kotak mengandung materi tentang kesehatan.

Risma Maharani Gunawan, pemandu permainan, meminta pemain cilik

mencontohkan cara mencuci tangan yang benar. Hal itu dilakukan saat si pemain sampai di kotak bergambar cuci tangan. Ada pula kotak gambar ikan yang dijadikan materi penyuluhan. ’’Aku suka makan ikan,’’ ucap Muhammad Tomsi, murid TK Al Hidayah, saat menginjak kotak bergambar ikan.

Dekan FIK Mundzakir akan melanjutkan pendampingan di Bulak Banteng. ’’Survei kami menemukan ada sepuluh balita gizi buruk (dengan grafis berat badan pada garis merah, Red) di sini,’’ katanya

 

Sumber :

https://insightmaker.com/user/116805