Ingin BBJB Lebih Berkualitas, Berwibawa dan Berkonsep

Ingin BBJB Lebih Berkualitas, Berwibawa dan Berkonsep

Ingin BBJB Lebih Berkualitas, Berwibawa dan Berkonsep

Ingin BBJB Lebih Berkualitas, Berwibawa dan Berkonsep

Mempertahankan keberhasilan lebih sulit daripada saat meraihnya. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dari semua pihak agar Balai Bahasa Jawa Barat (BBJB) tetap bertahan dengan prestasi-prestasi yang telah diraih.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Drs Umar Solikhan, M.Hum, usai pelaksanaan Lepas Sambut Kepala Balai Bahasa Jawa Barat dari Drs. Sutejo kepada dirinya, di Kantor BBJB, Jalan Sumbawa No.11, Kota Bandung, Kamis (11/07).

”Secara umum, saya ingin Kantor Balai Bahasa sekarang lebih berkualitas dan

berwibawa dengan beberapa konsep,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagai Kepala BBJB baru, hal pertama yang akan dilakukan adalah meningkatkan Reformasi Birokrasi Internal (RBI) sebagai struktur zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

”BBJB harus menjadi wilayah birokrasi bersih dan melayani,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, tahun depan Balai Bahasa juga menargetkan kerjasama dengan beberapa pemangku kebijakan di Jawa Barat serta lebih meningkatkan kerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) serta Komunitas Literasi dan Budaya.

”Kita ingin bisa bekerjasama dengan Disdik provinsi, kabupaten/kota, Dinas Kebudayaan provinsi, kabupaten/kota, dan pihak Kepala Sekolah. Tentunya juga media,karena media merupakan mitra utama kantor balai bahasa, sebagai duta bahasa,” bebernya.

Namun demikian, pihaknya akan tetap memfokuskan lebih pada media, samahalnya

dengan program-program sebelumnya yaitu pengawasan, penyuluhan dan penilain terhadap media masa dan diskusi melalui sayembara.

”Untuk sekolah dan kampus-kampus di Jawa Barat juga tetap sama seperti sebelum-belumnya, mengembangkan literasi, mengajak duta bahasa membudidayakan literasi, dan khusus untuk kampus melaksanakan UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia),” tandasnya.

Semenatar itu, Kepala BBJB priode sebelumnya atau 2013-2019, Drs. Sutejo

mengaku, merasa sedih dan bahagia saat harus melepas jabatan sebagai Kepala BBJB. Kesedihan timbul karena harus meninggalkan tempatnya bertugas dan meninggalkan bawahannya yang sudah dianggap sebagai keluarga. Sementara rasa senang karena pengganti dirinya adalah orang yang sangat paham tugas dan fungsi sebagai Kepala Balai Bahasa.

”Saya meyakini, Balai Bahasa Jawa Barat akan lebih baik lagi, karena saya paham betul latar belakang Kepala Balai Bahasa yang baru sekarang (Drs. Umar Solikhan, M.Hum), ia sangat memahami tugas dan fungsi kantor balai bahasa, beliau juga sangat baik dan religius,” singkatnya

 

Sumber :

http://journals.sbmu.ac.ir/en-iranjem/user/viewPublicProfile/47154