Kebutuhan Humanware, Hardware, Software

  Kebutuhan Humanware, Hardware, Software

Kredibilitas dan profesionalitas sebuah lembaga keaungan akan terbentuk apabila  ia memiliki tiga perangkat berikut secara memadai ,yaitu:

Kebutuhan Humanware, Hardware, Software

  1. Perangkat insani (humanware)
  2. Perangkat keras (hardware)
  3. Perangkat lunak (software).

Perangkat insani maksudnya ialah orang-orang kalangan dalam lembaga, sejak dari pemilik  (owners), pemimpin (director), pengelola (manajers) hingga pekerja (works) lapis terbawah. Perangkat insani sebuah lembaga keuangan haruslah memadai dalam hal jumlah (quantity) dan serasi dalam hal mutu (quality) serta terpuji dalam kepribadian  (personality). Perangkat keras ialah alat produksi dan perlengkapan fisik yang menjadi wahana dan sarana serta prasarana pelaksanaan kerja atau kegiatan lembaga.

Sedangkan perangkat-perangkat lunak meliputi hal-hal non-fisik atau (maya, virtual) seperti pembagian bidang kerja, prosedur pengambilan keputusan, wewenang dan tanggung jawab pejabat/pekerja, proses pelayanan nasabah, sistem yang menata dan menjalin mekanisme kerja antar bagian, termasuk perangkat lunak dalam hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan komputerial.


  1. Kualifikasi Sumber Dayi Insani Bank Syariah

Lembaga keuangan syari’ah khususnya bank syari’ah adalah lembaga yang cukup unik, sebab di dalamnya melibatkan orang-orang yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang bukan saja ahli dalam bidang ekonomi, keuangan dan perbankan, namun mereka harus memiliki kualifikasi dan kompetensi syari’ah. Dua sisi kualifikasi dan kompetensi ini dipadukan secara integral. Oleh karena itu, seorang sumber daya insani bank syari’ah harus selalu mengembangkan hal tersebut.

Keahlian seseorang dalam bidang keuangan syari’ah akan terbangun secara baik yang memenuhi kriteria jika ditemukan satu diantaranya tiga tipa SDM berikut:

  1. Spesialis ilmu syari’ah yang memahami ilmu ekonomi (termasuk ahli tipe A)
  2. Spesialis ilmu ekonomi yang mengenal syari’ah (termasuk tipe B)
  3. Mereka yang memiliki keahlian dalam syari’ah maupun ilmu ekonomi (termasuk akhli tipe C).

Ahli tipe A diharapkan memberikan kontribusi terhadap aspek normatif dalam area Sistem Ekonomi Islam (Lembaga Keuangan Syari’ah), dengan menentukan prinsip Islam dibidang Ekonomi, serta menjawab persoalan-persoalan  modern dalam sistem ekonomi (lembaga keuangan).

Tipe B lebih diharapkan bisa melakukan analisis ekonomi positif terhadap operasionalisasi sistem ekonomi islam (lembaga keuangan syari’ah). Tipe C inilah yang sebenarnya diharapkan, tetapi beberapa banyak manusia yang memiliki keahlian ganda? Barangkali jika ada adalah satu dalam seribu.

Ketiga ahli tersebut inilah yang diharapkan selalu mempelajari statement-statement dan presumsi-presumsi  positif dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Disamping itu juga, melakukan kegiatan penelitian yang mengungkap statement  ekonomi (keuangan syari’ah ) yang dilakukan oleh para pemikir muslim sepanjang masa. Ini berarti bahwa pemikir Muslim masa lalu telah menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bersifat normatif dan positif.

sumber :

https://finbarroreilly.com/demons-rise-apk/