Kesepakatan Iklim tidak Cukup Mencegah Pencairan Es

Kesepakatan Iklim tidak Cukup Mencegah Pencairan Es

Kesepakatan Iklim tidak Cukup Mencegah Pencairan Es
Kesepakatan Iklim tidak Cukup Mencegah Pencairan Es

AKHIR Desember 2015, lewat Perjanjian Paris (Paris Agreement), 196 negara telah menyepakati poin-poin pengurangan emisi. Meskipun sulit untuk menghentikan pemanasan global, melalui perjanjian itu negara-negara menyepakati langkah peredaman kenaikan suhu Bumi dengan batas di bawah 2 derajat Celsius. Dengan batasan kenaikan suhu, perubahan iklim diharapkan tidak terlalu ekstrem dan juga dapat menghentikan pencairan es Kutub Utara. Para peneliti juga menegaskan negara-negara untuk meratifikasi perjanjian itu sehingga langkah nyata mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan.

Status Perjanjian Paris kemudian mengikat secara hukum mulai 5 Oktober 2016,

setelah syarat sedikitnya 55 negara telah meratifikasi. Nyatanya berjalannya Perjanjian Paris tidak cukup mencegah pencairan es di Kutub Utara. Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan bahwa es Kutub Utara akan tetap mencair meskipun pemanasan suhu Bumi berada di ambang batas yang ditentukan. Studi itu dilakukan dua peneliti dari Exeter University, James Screen dan Daniel Williamson.

Dalam hasil riset proyeksi es mereka yang diterbitkan dalam Nature Climate Change Journal, batasan 2 derajat Celsius dapat berarti 39% risiko menghilangnya es di lautan arktik pada musim panas. “Target 2 derajat Celsius tampatnya tidak cukup untuk mencegah kondisi ice-free Arctic (menghilangnya es dari Samudera Arktik),” kata peneliti. Mereka mendefinisikan ice-free Arctic sebagai keberadaan es yang kurang dari 1 juta kilometer persegi.

Samudera Arktik memang tidak akan benar-benar tanpa es karena sebagian es akan

tetap berada di teluk seperti di utara Greenland. Jika negara-negara yang telah meratifikasi batasan tidak secara cepat melaksanakan kebijakan pengurangan emisi, terdapat kemungkinan lebih besar mencairnya es sekitar 73% pada musim panas. Mereka memperkirakan suhu akan naik 3 derajat Celsius dari tren sekarang. Screen dan Williamson mengemukakan bahwa diperlukan batas kenaikan suhu yang jelas dari ketetapan ‘di bawah 2 derajat Celsius’.

Mereka menemukan jika negara-negara tersebut menetapkan apa yang dimaksud

dengan ‘di bawah 2 derajat’ menjadi angka 1,5 derajat, probabilitas mencairnya es di lautan arktik akan berkurang menjadi 1/100.000 kesempatan pada musim panas. Keberadaan probabilitas tersebut tidak menafikkan bahwa meskipun terdapat peredaman hingga 1,5 derajat pun, selama pemanasan global masih terjadi, es di Kutub Utara akan tetap mencair. Mengapa 1,5 derajat Celsius menjadi batasan suhu?

 

sumber :

https://rajasatour.id/bullet-boy-apk/