Ketika Mendikbud Menguji Kemahiran Berbahasa Inggris Siswa SMK

Ketika Mendikbud Menguji Kemahiran Berbahasa Inggris Siswa SMK

Ketika Mendikbud Menguji Kemahiran Berbahasa Inggris Siswa SMK

Ketika Mendikbud Menguji Kemahiran Berbahasa Inggris Siswa SMK

Manggarai Barat, Kemendikbud — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

(Mendikbud) Muhadjir Effendy meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/4/2018). Usai para siswa menyelesaikan UN, Mendikbud menyempatkan berbincang-bincang dengan mereka.

“Tadi ujian Bahasa Inggris, tidak ada kesulitan kan? semoga hasinya baik dan memuaskan,” kata Mendikbud. Mendikbud kemudian mendekati dua orang siswa laki-laki. “Coba kalian berbincang-bincang dalam Bahasa Inggris, saya ingin mendengar,” pinta Muhadjir.

Kedua siswa tersebut kemudian bercakap-cakap menggunakan Bahasa Inggris dengan cukup lancar. Keduanya saling menyapa dan berkenalan dalam Bahasa Inggris. Mendikbud bertepuk tangan dan memuji kedua siswa tersebut.

Selanjutnya Muhadjir menghampiri dua siswi di sebelah siswa yang sebelumnya

berbincang-bincang dalam Bahasa Inggris. “Coba kalian bercakap-cakap, misalkan kamu sebagai sebagai pelamar kerja, yang satunya sebagai pemilik pekerjaan. Ayo, coba praktikkan dalam Bahasa Inggris,” suruh Muhadjir.

Meskipun agak gugup, kedua siswi tersebut mempraktikkan dialog pencari kerja dengan pemilik perusahaan. Mendikbud tampak puas dengan kemampuan berbahasa Inggris para siswa tersebut. Namun ia mengingatkan agar para siswa terus mengasah kemampuan berbahasa asing.

“Bagi kalian yang akan bekerja di sektor pariwisata penguasaan bahasa asing

sangat penting, jadi kalian harus terus berlatih agar bisa berbahasa asing secara aktif,” pesan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Mendikbud mendoakan agar semua siswa lulus, dan segera mendapatkan pekerjaan agar bisa membantu ekonomi keluarga. “Semoga semua lulus, cepat dapat kerja dengan gaji yang besar. Bagaimana kalau gaji pertama kalian disumbangkan untuk sekolah?” tanya Muhadjir yang disambut tepuk tangan siswa. (Nur Widiyanto)

 

Sumber :

https://riviste.unimi.it/index.php/test03/comment/view/10097/73956/101125