Kiat Pemenuhan Standar Pendidikan

Kiat Pemenuhan Standar Pendidikan

Kiat Pemenuhan Standar Pendidikan

Kiat Pemenuhan Standar Pendidikan

Dalam pandangan banyak pendidik,  “standar” adalah istilah yang menggambarkan tentang yang harus seseorang pahami serta mampu menerapkannya. Penggunaan “standar”  selalu dipandang sebagai produk kebijakan yang mengarahkan mekanisme pendidikan untuk mencapai  hasil yang diharapkan serta  mempertanggungjawabkan hasil belajar belajar di sekolah. Persepsi ini dirancang untuk mengukur kemajuan siswa ke arah tercapainya standar yang ditetapkan.
Penyelenggaraan pendidikan pada prinsipnya harus menjamin bahwa siswa mempelajari ilmu pengetahuan dan dapat mengembangkan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan  sesuai dengan kebutuhan kehidupan. Pendidikan harus memenuhi kebutuhan siswa pada masa kini  dan masa depannya. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional yang merupakan keniscayaan.
Kebutuhan itu meliputi pengembangan keterampilan hidup yang mengedepankan pembenbentukan pribadi berahlak mulia, berwawasan nasional, menumbuh-kembangkan kewirausahaan sesuai dengan perkembangan dunia kerja, berpengetahuan, serta menjadi pengguna teknologi dan berkesenian. Pendidikan harus mampu mengembangkan pribadi yang adaptif, kolaboratif, dan berperan aktif dalam kerja sama dan persaingan global.
Tantangan besar itu tidak mudah untuk diurai dalam aksi yang terurai pada tiap standar. Berdasarkan hasil pengamatan mengenai para praktisi pendidikan di lapangan prinsip-prinsip dasar yang mengalir sepenuhnya ke dalam berbagai peristiwa pada aktivitas sehari-hari di sekolah yang berpengaruh pada perubahan strategi dan hasil pengajaran dan belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian Iris R. Weiss  bersama anggota tim investigasi penerapan standar di Washington menghasilkan empat pertanyaan kunci untuk memandu penelitian tentang pengaruh standar terhadap sistem pendidikan yaitu;

  • Pertama; Bagaimana standar nasional diterima dan dikembangkan oleh para pemangku kebijakan pendidikan?

    • Masalah ini menelusuri informasi tentang bagaimana standar dilihat oleh para pemangku kepentingan tertentu. Mempelajari tentang tindakan yang mereka lakukan. Juga, hal itu menelusuri besar kecilnya motivasi dalam melakukan perubahan. Yang penting juga adalah untuk menelusuri pengaruh pemberlakuan standar terhadap peningkatan pemahaman mengenai  pengembangan  kurikulum , peningkatan mutu guru dan desain penilaian.
    • Investigasi mengenai pengaruh penerapan standar terhadap kemajuan belajar siswa atau hasil yang dicapai. Penelusuran ini akan membuktikan efektivitas  kebijakan, program, atau pelaksanaan kegiatan yang dikaitkan dengan  penerapan standar nasional pendidikan. Investigasi ini akan meningkatkan pemahaman mengenai perubahan yang terjadi di sekolah khususnya dalam  kegiatan mengajar dan  belajar, penerapan teknologi yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan sebagai realisasi target peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan belajar siswa.
  • Kedua; Bagaimana standar nasional berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum dan materi pelajaran agar berimbas pada kemajuan belajar siswa?

    • Pertanyaan itu membantu kita menjelajahi secara detil mengenai manusia seperti apa yang hendak sekolah wujudakan dan materi apa yang harus diberikan sehingga kebijakan dapat mendukung penerapan dan menyediakan sumber daya  pendukung kurikulum.
    • Pengembangan bahan pelajaran dan program belajar; dan proses serta kriteria untuk memilih materi yang membantu siswa meningkatkan potensi dirinya untuk meningkatkan prestasi. Bahan pelajaran sebaiknya dipertimbangkan untuk kepentingan bangsa di masa depan sekaligus memberi arah kepada berbagai pihak agar berkontribusi pada peningkatan mutu sumber daya manusia yang menguasai  pengetahuan dan terampil menerapkan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas pembangunan nasional di masa depan.
    • Penyediaan buku dan sumber belajar dan teknologi, mengembangkan perpustakaan, penyediaan sarana belajar dalam rangka meningkatkan efektivitas  pembelajaran dengan mutu pelayanan yang setara dengan bangsa lain.
  • Ketiga; Bagaimana standar nasional pendidikan berpengaruh terhadap pengembangan pendidik?

     

    • Mempersiapkan guru merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan. Kebijakan, pelaksanaan kebijakan, dan program pada tingkat provinsi dan kebupaten menentukan besarnya investasi dalam meningkatkan keterampilan guru dalam kelas. Membantu tiap satuan memenuhi standar tujuan pembelajaran, meningkatkan pengembangan profesi agar memiliki guru-guru yang kompetensinya sejajar dengan guru-guru unggul yang mampu meningkatkan kinerja memenuhi  pembelajaran dan penilaian.
  • Keempat; Bagaimana penilaian dan akuntabilitas standar nasional pendidikan dilakukan?

    • Penilaian dan akuntabilitas merupakan dua hal yang berbeda, namun memiliki keterkaitan antara keduanya. Penilaian menghasilkan informasi  tentang siswa, guru, orang tua, publik, dan pembuat kebijakan sebagai sumber daya pendukung peningkatan mutu kinerja siswa. Penilaian harus dilakukan dengan hati-hati karena hasilnya akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Data yang tidak akurat yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan akan menyesatkan pengambil keputusan.
    • Akuntabilitas  merupakan mekanisme terkait dengan sebagian atau keseluruhan aktivitas penilaian dalam rangka mengubah perilaku. Akuntabilitas dilakukan dengan menggunakan informasi hasil penilaian  untuk perbaikan kinerja siswa, guru, sekolah, bahkan pemangku kepentingan pendidikan tingkat kabupaten kota.

Empat pertanyaan yang dilandasi dengan informasi yang dihimpun Weiss hasil investigasi di Amerika dalam menerapkan standar pendidikan meyakinkan kita bawah terdapat empat pilar penting dalam investigasi penerapan standar yaitu; bagaimana standar diterima dan dikembangkan, bagaimana kurikulum berimbas pada belajar siswa, bagaimana pendidik berkembang sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, serta bagaimana penilaian dan akuntabilitas dilakukan. 

Proses Penerapan Standar
Penerapan standar nasional pendidikan dilihat dari dimensi peningkatan mutu bertujuan memastikan bahwa prosedur dan produk  pendidikan memenuhi bahkan bisa melebihi kriteria mutu yang diharapkan. Untuk menjamin itu,  maka Thomas L Weelen dan David Hunger mensyaratkan proses pengembangan meliputi empat langkah besar, yaitu ;

  1. Memindai lingkungan internal dan eksternal;
  2. Perumusan strategi; meliputi visi, tujuan, pemilihan strategi, dan penetapan kebijakan.
  3. Implementasi strategi; meliputi, program, anggaran, dan prosedur;
  4. Evaluasi dan kontrol  kinerja.

Pengendalian mutu yang dipopulerkan oleh W. Edwards Deming sehingga terkenal dengan nama siklus Deming. Deming sendiri selalu merujuk metode ini sebagai siklus Shewhart, dari nama Walter  Shewhart, dimana  pemenuhan standar nasional pendidikan dapat dijabarkan sebagai berikut:

Pemikiran  yang berangkat dari pendekatan yang berbeda  dirumuskan oleh Douglas B. Reeves (2002) bagi para pengambil keputusan dalam menerapkan standar pada tujuh langkah berikut:

  1. Menggunakan waktu dua jam pada tiap akhir minggu bertemu dengan administrator atau guru untuk menghimpun data.
  2. Menganalisis data dan menemukan kekuatan, gali terus dan dapatkan peluang.
  3. Mengenali yang benar-benar siswa perlukan sehingga  kurikulum, pembelajaran, dan kompetensi guru dapat memenuhi kebutuhan itu.
  4. Merumuskan kembali atau merevisi tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan hendaknya memenuhi kriteria smart (spesifik, measurable, attainable, realistic, and timely) dan relevan
  5. Mengidentifikasi strategi khusus untuk mencapai target mutu terbaik.
  6. Menetapkan indikator produk sebagai target strategi.
  7. Mengembangkan perencanaan, jadwal dan menganalisis pemenuhan prosedur dan produk.

Uraian di atas dapat dinyatakan bahwa penerapan standar pada prinsipnya merupakan usaha untuk menerapkan berbagai indikator mutu yang kriterianya ditentukan dalam perencanaan. Kriteria yang ditetapkan bergantung pada tinggi rendahnya tujuan yang ditetapkan oleh tiap lembaga. Hal yang perlu menjadi dasar dari penentuan kriteria yaitu memilih ruang lingkup mutu sesuai dengan sumber daya yang lembaga miliki dan sesuai dengan target pendidikan nasional untuk mensejajarkan dengan target mutu pendidikan dalam konteks global.
Kiat Praktis Penerapan Standar dan Penjaminan Mutu
Dengan memperhatikan ketiga model dari pendekatan yang berbeda-beda dapat dirumuskan kiat menerapkan standar dengan langkah praktis bagi para pemimpin dinas pendidikan maupun kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan sebagaimana terurai dalam langkah praktis sebagai berikut;

  1. Mensosialisasikan standar agar semua pihak yang berkepentingan memahami dan terampil menerapkan standar nasional pendidikan.
  2. Menghimpun data untuk mendeskripsikan kondisi pendidikan saat ini dengan fokus utama menghimpun data tentang kinerja pengembangan dan penerapan kurikulum, kondisi nyata pendidik, serta hasil penilaian kinerja belajar siswa.
  3. Berdasarkan hasil pengolahan data yang menggambarkan kondisi internal saat ini, serta dengan memperhatikan kondisi nyata eksternal saat ini, maka dirumuskan kondisi yang diharapkan.
  4. Mengembangkan rencana yang meliputi perumusan visi-misi, tujuan pendidikan, indikator dan target pencapaian, merumuskan strategi, memilih strategi, menetukan struktur orgnisasi pelaksana, melaksanakan peningkatan mutu melalui penerapan standar, dan penjaminan mutu.
  5. Memenerapkan SNP dengan fokus utama meningkatkan standar kurikulum,  perencanaan belajar, pemenuhan standar proses dan penilaian untuk mewujudkan target SKL.
  6. Mengembangkan instrumen penjaminan mutu untuk menilai ketercapaian target pemenuhan prosedur dan produk kinerja.
  7. Memantau dan menginvestigasi pemenuhan prosedur dan produk penerapan standar terutama dalam bidang kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, dan penilaian dengan menggunakan instrumen yang sudah ditentukan.
  8. Menghimpun data dan mengembangkan sistem informasi tentang hasil penilaian dan hasil pemantauan pelaksanaan pengembangan kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan peningkatan kinerja pendidik untuk memastikan bahwa penerapan standar berpengaruh terhadap kinerja belajar siswa.
  9. Mengidentifikasi masalah dan merumuskan rencana perbaikan prosedur dan produk penerapan standar.
  10. Melakukan perbaikan berkelanjutan dan menggunakan data untuk merumuskan perencanaan siklus berikutnya.

Dengan demikian untuk dapat menerapan standar nasional pendidikan diperlukan kompetensi minimal yang diturunkan dari sepuluh kiat praktis pemenuhan dan penjaminan mutu sebagai berikut;

  1. Menguasai informasi tentang standar nasioal pendikan.
  2. Menghimpun data kebutuhan siswa belajar yang sesuaikan dengan kebutuhan siswa hidup dalam konteks lokal, nasional, dan global.
  3. Merumuskan visi, misi, tujuan, indikator dan target pencapaian SKL minimal yang disandingkan dengan target pencapaian keunggulan dalam berkompetisi dalam sistem perencanaan.
  4. Menyusun struktur organisasi penyelenggaraan pemenuhan standar dalam peningakatan mutu.
  5. Memastikan berkembangnya sumber daya prioritas yaitu melaksanakan perbaikan kurikulum dan pendidik untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa.
  6. Memastikan bahwa prosedur dan produk pendidikan memenuhi kriteria yang diharapkan melalui kegiatan pemantauan, pembinaan, pengawasan, dan penilaian yang dilakukan secara berhati-hati untuk  mendapatkan data dari keterlaksanaan dan ketercapaian program.
  7. Merumuskan masalah yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan dan pada hasil yang terpantau.
  8. Memecahkan masalah yang didapat dari pemantauan kegiatan yang dilanjutkan dengan perbaikan mutu berkelanjutan.
  9. Mengembangkan sistem informasi tentang sistem peningkatan dan keterpenuhan standar.
  10. Menyusun program tindak lanjut perbaikan mutu agar memenuhi standar.

Ada pun sistem dokumen yang diperlukan dalam pemenuhan standar dan peningkatan mutu sebagai berikut;

  1. Data hasil pelaksanaan studi penerapan standar yang dapat difokuskan pada data kinerja perbaikan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik dan penilaian. Poros akuntabilitas kebijakan adalah meningkatnya kinerja belajar siswa.
  2. Dokumen program jangka menengah dan tahunan yang meliputi perumusan visi-misi, perumusan tujuan, indikator dan target  pencapaian, perumusan strategi, rencana kegiatan, struktur organisasi pelaksana, jadwal, dan anggaran.
  3. Data pelaksanaan kegiatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang diperoleh melalui kegiatan penelitian, supervisi, serta menghimpun data melalui kegiatan pertemuan rutin  sesuai jadwal yang ditetapkan.
  4. Instrumen pengukuran kinerja dan data hasil pelaksanaan pengukuran, pengolahan data, penafsiran data hasil penilaian kinerja, kesimpulan dan rekomendasi.
  5. Informasi hasil evaluasi kinerja pemenuhan standar dan laporan kegiatan.

Demikian beberapa kiat praktis melakukan pembaharuan mutu sekolah, menginvestigasi keterlaksanaan prosedur dan ketercapaian produk pemenuhan standar yang sesuai dengan tujuan penerapan standar sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan nasional.

Baca Artikel Lainnya: