Klasifkasi Filum Annelida

Klasifkasi Filum Annelida

Klasifkasi Filum Annelida

  • Kelas oligochaeta

Kelas ini merupakan cacing bersegmen yang memiliki sedikit seta; oly = sedikit. Anggotanya yang paling dikenal adalah cacing tanah, yaitu lumbricus terrestis dan pheretimasp. Berukuran kecil dan banyak hidup di indonesia.

Cacing tanah dapat hidup di darat atau di air tawar. Tubuhnya bersegmen dan memiliki sedikit seta. Semua anggota cacing tanah tidak memiliki parapodia. Mereka bergerak dengan otot longitudinal dan otot sirkuler. Cacing tanah memiliki 15 sampai 200 segmen. Pada segmen (somit) ke 32 hingga 37(pada lumbricus) dan somit ke 10 hinnga ke 11 (pada pheretima) terdapat penebalan kulit yang biasa di sebut klitelum atau sadel yang mentgandung kelenjar.


Cacing tanah bereproduksi secara seksual. Pada umunya cacing tanah bersifat hemafrodit, akan tetapi fetilisasi tidak dilakukan sendiri, melainkansecara silang dengan melibatkan cacing lainnya. Dua cacing yang kawin secara silang menempel tubuhnya dengan ujung kepala yang berlawanan. Alat kelamin jantanmengeluarkan sperma dan di terima oleh klitelum cacing pasangannya. Pada saat bersamaan, klitelum mengeluarkan mukosa (kelenjar) kemudian membentuk kokon. Sperma bergerak ke alat reprodukasi betina dan disimpan di reseptakel seminal. Ovum yang dikeluarkan dari ovariu akan di buahi oleh sperma. Selanjutnya, ovum yang telah di buahi masuk ke dalam kokon. Telur bersama kokon akan lepas dari tubuh cacing dan menetas menjadi individu baru.


Cacing tanah memiliki kepala berukuran kecil, tetapi tidak memiliki rahang, mata, atau alat peraba. Binatang ini hidup sebagai saprozoik, pernapasan dilakukan oleh seluruh permukaan tubuh secara difusi. Cacing tanah memiliki sistem peredaran darah yang tertutup, dan permukaan tubuh tertutup oleh kutikul. Cacingtanah di kena memiliki daya regenerasi yang tinggal. Contoh anggota oligochaeta lainnya adalah aelosoma, nais, dan tubifex.


Kelas cacing ini meliputi cacing tanah dan berbagai spesies ekuatik. Cacing tanah memakan tanah untuk membuat lubang jalan melalui tanah , dan mengekresikan nutrien sementara tanah di lewati melalui saluran pencernaan. Bahan-bahan yang tidak tercerna,tercampur dengan mukus yang di ekresikan ke dalam saluran pencernaan, dikeluarkan sebagai kotoran melalui anus.


Petani menghargai cacing tanah karena hewan tersebut mengolah tanah, dan kotorannya memperbaiki tekstur tanaha. Dan darwin menaksir bahwa 1 are tanah pertanian inggris memiliki sekitar 50.000 cacing tanah yang menghasilkan 18 ton kotoran pertahun.


  • Kelas polychaeta

Nama kelas polichaeta berasal dari kata poly = banyak, chaeta= rambut atau seta. Jadi poichaeta berarti cacing yang memiliki banyak rambut. Habibat cacing ini umunya ada di laut, cacing ini memiliki panjang tubu h sekitar 5 sampai 10 cm, dengan garis tengah sampai 10 mm. warna tubuh beraneka ragam. Misalnya berwarna merah, merah muda, hijau atau warna campuran. Segmen-segmen pada tubuh hampir sama. Pda setiap segmen terdapat seta dan sepasang parapodia (kaki berdaging) yang berfungsi sebagai alat gerak.


Anggota cacing ini memiliki sistem peredaran darah yang tertutup dan sistem syaraf tanggatali. Sistem reproduksi cacing ini bersifat gonokoris atau berupakelamin yang terpisah. Pada tingkat perkembangannya memiliki larva yang di sebut trokofor. Pada polychaeta tidak terdapat klitelum. Pada ujung anteriornya terdapat kepala yang di lengkapi oleh sensoris.


Polychaeta bereproduksi secara kawin. Pembuahaannya terjadi di luar tubuh, setelah pembuahan, telur akan menetas menghasilkan larva trofokor. Selanjutnya, larva tersebut akan tumbuh menjadi cacing dewasa.


Masing-masing segmen hewan polychaeta memiliki sepasang struktur yang mirip dayung atau mirip bukit yang disebut parapodia (hampir seperti kaki) yang berfungsi dalam lokomosi. Masing-masing parapodia memiliki beberapa setae yang terbuat dari polisakarida kitin. Pada banyak hewan pol ychaeta, parapodia sangat kaya dengan pembuluh darah dan berfungsi sebagai insang.


Sebagian besar cacing polychaeta adalah hewan laut. Beberapa diantaranya bergerak dengan berenang di antara plankton, banyak di antaranya merangkak pada atau membuat lubang di dasar laut dan banyak juga yang hidup dalam tabung, yang di buat oleh cacingdengan mencampur mukus dengan sedikit pasir danm cangkang yang pecah. Polychaeta yang tinggal dalam tabung meliputi cacing kipasa yang berwarna cerah, yang menjerat partikel mikroskopik dalam tentakel berbulu yang menjulur dari pembukaan atau lubang tabung.


Beberapa contoh polychaeta antara lain adalah eunice viridis, licydice oele, nereis virens, dan arenicola. Eunice viridis atau cacing palolo banyak di temukan dilaut kepulauan fiji dan samoa, sedangkan lysidice oele atau cacing wawo di laut maluku. Kedua macam cacing tersebut mudah di tangkap dan dapat di konsumsi.


  • Kelas Hirudinea

Nama kelas hirudinea brasal dari kata hirudo yang berarti lintah. Hewan ini hidup di air tawar , laut , dan darat. Tubuh lintah pipih dorsal ventral dan permikaan tertutup oleh kutikula yang di sekresikan oleh epidermis. Lintah tidak memiliki seta dan parapodia. Hewan ini memiliki dua alat isap : satu bagian ujung anterior dan satu di ujung posterior (berukuran).


Lintah hidup sebagai ektoparasit temporer, yaitu hidup menepel sementara pada menusia atau mamalia lainnya untuk mengisap darah. Cairan tubuh / darah yang di isap di simpan di dalam tembolok. Lintah bersifat hemaprodit.


Mayoritas lintah hidup di air tawar, tetapi terdapat juga lintah darat atau tanah yang bergerak melalui vegetasi lembap. Banyak lintah memakan invertebrata lainnya, tetapi beberapa jenis lintah adalah parasit penyedot darah yang makan secara menempel ke hewan lain secara temporer, dan termasuk manusia.


Panjang lintah berkisar antara 1 sampai 30 cm. beberapa spesies parasit menggunakan rahang yang mirip pisau untuk mengirirs kulit inang, sementara yang lain mengekskresikan enzim yang mencerna suatu lubang melalui kulit.Inang umumnya tidak sadar akan serangan ini karena lintah mengekresikan suatu anestesia, setelah m,embuat sayatan , lintah mnsekresikan bahan kimia lainnya, yaitu hirudin, yang fungsinya mempertahankan darah inang supaya tidak menggumpal.


Parasit itu kemudian menyedot darah sebanyak yang ia dapat tampung, sering kali lebih seribu berat tubuhnya. Setelah minum sebanyak itu,lintah itu bisa bertahan selama berbulan-bulan tanpa makan, sampai abad lalu, lintah sering kali digunakan oleh dikter untuk mengambil darah. Lintah masih tetap di gunakan untuk mengobati jaringan yang memar dan untukmerangsang sirkulasi darah ke jari tangan atau kaki yang telah di jahit kembali setelah kecelakaan.


Anggota kelompok hewan ini meliputi lintah dan pacet. Hirudo medicinalis (lintah), dapat menghasilkan zat hirudin dan banyak di Eropa dan Amerika. Haemadispa zeylanica (pacet), banyak hidup di asia tenggara. Hirudinaria javanica, disebut juga lintah kuning.


Sumber: https://www.tokoislam.co.id/vandals-full-apk/