Kondisi granulomatous yang melibatkan kelenjar ludah

Kondisi granulomatous yang melibatkan kelenjar ludah

Kondisi granulomatous yang melibatkan kelenjar ludah

  1. Tuberculosis

Tuberculosis ( TB) adalah infeksi khronis karena bakteri Mycobacterium Tuberculosis, yang menyebabkan formasi granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Biasanya menyerang paru-paru tetapi glandula saliva dapat juga terlibat. Pasien dengan TB akan menunjukkan gejala xerostomia dan/atau pembengkakan kelenjar ludah, dengan formasi granuloma atau kista pada glandula.


Pembengkakan biasanya unilateral. Kelenjar saliva yang paling sering terkena adalah kelenjar parotis. Penegakan diagnosis dengan cara pemeriksaan acid fast salivary stain dan purified proteine derivative skin test. Diagnosis tergantung pada identifikasi dari mycobacterium . Perawatan dengan obat-obatan standard kemoterapi anti-TB.Jika tak ada respon maka diperlukan intervensi bedah.


  1. Sarcoidosis

Sarcoidosis merupakan suatu kondisi khronis dimana T limfosit, mononuclear phagocytes dan granuloma menyebabkan destruksi jaringan yang terlibat. Penyebab penyakit tidak jelas. Primer terjadi pada usia dekade ketiga atau keempat. Lebih banyak pada wanita dibanding pria. Secara klinis, ,manifestasi penyakit ini ke kelenjar saliva hanya sekitar 6%, namun secara histologi, keterlibatan pada kelenjar saliva dapat mencapat 33%.


Sindroma Heerfordt’s (uveoparotid fever) merupakan bentuk sarcoid yang dapat terjadi dengan atau tanpa sistemik sarcoidosis. Sindrome berupa trias dari inflamasi traktus uveal meta, pembesaran parotis dan facial palsy. Gejala awal yang dialami dapat berupa demam, malaise, kemerahan, mual, serta keringat dimalam hari.


Sarcoidosis melibatkan glandula saliva dalam 1 dari 20 kasus. Biasanya terjadi pembesaran glandula bilateral tanpa rasa sakit. Pembesaran unilateral juga pernah dilaporkan. Penurunan fungsi biasanya terjadi pada glandula yang bersangkutan. Pemeriksaan spesimen biopsi pada glandula saliva minor dapat mengkonfirmasi diagnosis.


Pemeriksaan laboratorium kimia dari serum meliputi calciun level, autoimmune serologi dan konsentrasi angiotensin I-coverting enzym dapat membantu diagnosis. Perawatan dari komponen salivary adalah palliative. Biasanya dengan kortikosteroid atau chloroquine atau kombinasi keduanya tergantung respon pada pasien.


Sumber: https://downloadaplikasi.co.id/cottage-garden-apk/