Menapaki Mimpi Menjadi Arsitek

Menapaki Mimpi Menjadi Arsitek

Menapaki Mimpi Menjadi Arsitek

Menapaki Mimpi Menjadi Arsitek

Kuswandi (18) menajamkan pandangannya, menatap susunan bata yang sudah diolesi semen hasil kerjanya. Ia mengukur ketegakan bangunan yang sedang ia buat, sesuai dengan ketentuan dalam soal yang ia baca. Sejurus kemudian, ia mulai memoles kembali susunan bata dengan adukan semen yang sudah ia adon.

Berbeda dengan Kuswandi, di ruang sebelah, Anggi Tia Nugraha (18) sibuk dengan

mesin serut kayu. Ia menggerakan mesin tersebut secara vertikal, menyesuaikan posisi kayu yang ia simpan di atas meja. Ia tetap fokus meski kakinya dipenuhi serbuk kayu. Suara bising yang dihasilkan mesin tak mengendurkan konsentrasi Anggi utuk menyelesakan tugas yang diberikan.

Pemandangan tersebut didapati dalam kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, Rabu, 17 Oktober 2018. Bertempat di SMKN 1 Cikarang Barat, Jalan Teuku Umar Nomor 1, Kabupaten Bekasi, para peserta unjuk kemampuan di bidang bangunan.

Ada lima bidang lomba yang dipertandingkan, yakni Bricklaying, Joinery, Cabinet Marking, Wall and Floor Tiling, Industrials Control dan Mechatronics. Secara garis besar, kelima bidang lomba tersebut merupakan bagian-bagian dari kompetensi di bidang teknik bangunan.

Salah satu peserta bidang lomba Bricklaying, Kuswandi menuturkan, tugasnya

dalam bidang tersebut adalah menyusun bata sesuai dengan gambar dan standar yang ada. “Harus sesuai sama instruksi yang diberikan dewan juri, harus sama persis sama soal dan harus memenuhi standar yang ada, seperti kedekakan, kedataran, kedataran miring dan ketebalan siar,” ungkap Siswa SMKN 1 Cirebon tersebut.

Kuswandi berhasil mewakili Kabupaten Cirebon setelah dipilih lewat seleksi yang dilakukan di kotanya. “Karena sekolah kita baru satu-satunya yang mewiliki jurusan bangunan, jadi pas seleksi unutk LKS itu saya bersaing dengan teman kelas sendiri. Ada lima orang. Kita latihan bareng selama satu bulan, dan setelah dinilai, alhamudilillah saya yang terpilih,” ungkapnya.

Dia pun bercerita, cita-citanya sedari kecil adalah menjadi seorang arsitek. “Saya

bercita-cita ingin jadi seorang arsitek. Jadi pas lulus SMP, saya langsung cari SMK yang jurusannya sama dengan impian saya. Pas lihat SMKN 1 (Cirebon), ternyata ada. Saya langsung daftar dan alhamdulillah lolos dan diterima,” katanya mengenang.

Disitat dari  jurusan teknik bangunan bisa melanjutkan kuliah di beberapa jurusan yang sesuai dengan bidang tersebut, beberapa diantaranya adala teknik sipil dan perencanaan, , teknik industri, Ilmu keguruan di bidang industri dan teknik arsitektur. Lewat ajang ini, Kuswandi seolah menapaki jalan menuju mimpinya, yakni menjadi seorang arsitek. ***

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-kesenian-reog-ponorogo/