Metastase Serebral Dan Meningitis Karsinomatosa

Metastase Serebral Dan Meningitis Karsinomatosa

Metastase Serebral Dan Meningitis Karsinomatosa

Kedua hal ini merupakan kedaruratan yang sering terjadi bersama sama, oleh karenanya kami bicarakan secara bersama sama pula. Kedaruratan yang muncul pada metastase serebral diakibatkan oleh kenaikan tekanan intrakranial, herniasi otak ataupun perdarahan otak. Sedangkan meningitis karsinomatosa, tampaknya akan lebih sering diketemukan, oleh karena makin banyak  “survivor” pasien dengan limfoma, ataupun leukemia, dengan kemajuan kemoterapi.  Karena kemoterapi pada umumnya tidak dapat menembus “blood brain barrier”, maka tumor primer diluar CNS seringkali dapat terkontrol dengan baik.

Diagnosa Klinis.

Metastase serebral :

          Terutama sebagai akibat tekanan intrakranial yang meningkat, adanya penekanan pada lokasi tertentu, dan adanya edema otak.

          Gejala yang sering muncul yaitu menurunnya status mental, vomitus, nausea, dan headache.

          C.T scan, MRI.

          Mielografi, jika ada tanda tanda kompresi spinal.

          FNA baik intraoperatif maupun melalui “burr hole”, untuk diagnosa pasti.

Meningitis karsinomatosa.

          Gejala yang muncul berupa kelainan neurologis yang tidak mengarah pada satu lokasi / area.

          Headache, vomitus, nausea, perubahan status mental, lethargi, hilangnya memori.

          Pemeriksaan CSF terutama untuk sitologis.

          CT scan / MRI

          Mielografi jika ada tanda tanda kompresi spinal.

Terapi.

Serebral metastases.

          Kortikosteroid dosis tinggi. (deksamethasone 10 mg a 6 jam perhari), yang diteruskan selama terapi radiasi dijalankan. Hal ini untuk mencegah terjadinya edema otak sekunder sebagai akibat radiasi.

          Radioterapi. “Gamma knive” jika lesi kecil.

          Surgery. Pembedahan ini penting jika kemungkinan metastase masih diragukan (tidak ada tumor primer, ataupun tidak ada riwayat pernah menderita tumor ganas). Pembedahan juga penting dieprtimbangkan pada keadaan dimana tumor primer dapat terkontrol dengan baik, dan tidak menunjukan adanya diseminasi sistemik ditempat lain.

Meningitis karsinomatosa.

          Pemberian “intrathecal chemotherapy” sendiri atau dikombinasi radioterapi dilokasi tumor sesuai dengan defisit neurologis. Adapun obat obat yang digunakan a.l : methotrexate, thiotepa, cytosine arabinose. Tergantung dari jenis keganasan yang menjadi etiologi (lmfoma, leukemia ).

          Injeksi intraventrikuler dapat pula dipertimbangan, terutama untuk mencapai dosis terapeutik dilokasi ini.

          Radiasi “whole brain and brain stem” dengan dosis 30 Gy, dalam waktu 2 minggu, jika lokasi defisit neurologis tidak jelas.


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/handay/seva-mobil-bekas/