Pemilihan Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Dihelat Mirip Pemilu

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Dihelat Mirip Pemilu

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Dihelat Mirip Pemilu

Pemilihan Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Dihelat Mirip Pemilu

Mochammad Rafif terpilih menjadi ketua OSIS SMAN 16 tahun pelajaran 2017–2018. Kandidat nomor urut 1 itu mengalahkan dua pesaing lainnya. Bersama Rania Iqlima dan Adhisti Hana, Rafif memimpin organisasi siswa di lingkungan sekolahnya selama setahun ke depan.

Pemilihan OSIS SMAN 16 Surabaya berlangsung di sela jam pelajaran Kamis (7/9).

Seluruh kelas melakukan pencoblosan mirip pemilihan umum (pemilu). Sebelum mencoblos, siswa mengantre untuk menyerahkan undangan pencoblosan yang diterima dari kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Setelah menyerahkan undangan, para siswa mendapatkan surat suara. Isinya adalah foto tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS. Bedanya, ada dua wakil ketua OSIS. Para siswa pun diminta mencoblos kandidat sesuai pilihannya di dalam bilik suara.
Pemilihan Ketua OSIS SMAN 16 Surabaya Dihelat Mirip Pemilu
BELAJAR POLITIK: Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) melakukan penghitungan suara setelah pemilihan ketua OSIS di SMAN 16 Surabaya. (Antin Irsanti/Jawa Pos/JawaPos.com)

Setelah mencoblos, siswa melipat surat suara seperti semula. Selanjutnya, mereka

memasukkannya ke kotak suara. Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara,

KPPS memberikan stempel di tangan pemilih agar tidak ada yang memilih lebih dari satu kali. Persis prosesi pemilihan umum.

Waka Humas SMAN 16 Abdul Razzaq Thahir menuturkan, ada 1.200 siswa yang mengikuti pemilihan OSIS (pemilos). Siswa kelas X hingga XII melakukan pemilihan secara bergantian. ’’Kalau sudah waktunya memilih, panitia akan meminta izin kepada guru yang sedang mengajar di kelas tersebut,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Reza itu menjelaskan, konsep pemilos dibuat mirip dengan

pemilu di Indonesia. Tujuannya, para siswa yang belum memiliki hak pilih secara nasional bisa memperoleh pengalaman lebih dulu. Jadi, ketika sudah cukup umur, mereka tidak canggung mengikuti pemilu.

Sebelum pemilos, SMAN 16 melaksanakan debat antarkandidat serta orasi bagi calon ketua dan wakil ketua OSIS. Prosesnya berlangsung selama sebulan. Awalnya, ada 20 kandidat yang mendaftar.

Kemudian, setelah tes tulis dan wawancara, dipilih tiga kandidat dengan skor tertinggi. ”Tiga orang itulah yang dicalonkan sebagai ketua,” terangnya.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768