Penanganan akibat teratogenek

 Penanganan akibat teratogenek

Untuk menghindari terjadinya teratogenesis pada wanita yang sedang hamil, maka pada penggunaan obat perlu adanya pedoman khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Diantaranya sebagai berikut :

Pedoman penggunaan obat pada ibu hamil :

  • Pertimbangkan perawatan tanpa obat
  • Obat hanya diresepkan jika manfaat yang diperoleh ibu lebih besar daripada risiko kepada janin
  • Hindari penggunaan obat pada trimester pertama
  • Apabila diperlukan, gunakan obat yang keamanannya terhadap ibu hamil telah diketahui dengan pasti, pada dosis efektif terendah, penggunaan sesingkat mungkin
  • Obat harus digunakan pada dosis efektif terkecil dan jangka waktu sesingkat mungkin
  • Hindari polifarmasi
  • Pertimbangkan penyesuaian dosis dan pemantauan pengobatan pada beberapa obat, seperti misalnya fenitoin, litium.

Pedoman penggunaan obat pada ibu menyusui:

  • Penggunaan obat yang tidak diperlukan harus dihindari
  • Jika harus menggunakan obat, pertimbangkan manfaat/risiko pada ibu dan bayi
  • Pilih rute pemberian dan pembagian obat yang menghasilkan kadar obat terkecil dalam ASI
  • Jika diberikan obat pada ibu menyusui, maka bayi harus dipantau secara cermat.
  • Hentikan sementara menyusui apabila:
    Jika obat diketahui memiliki efek berbahaya bagi bayi yang disusui
    Jika obat sangat poten, sehingga kadar yang sedikit dalam ASI dapat membahayakan bayi
    Jika ibu mengalami gangguan fungsi ginjal dan hati
  • Hindari penggunaan obat baru

Kesimpulan

Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa FERTILISASI. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio. Tahapan fase embrionik yaitu Morula, Blastula dan Gastrula.

Organogenesis merupakan proses dari pembentukan organ-organ tubuh. Proses ini terjadi setelah fase tubulasi pada embryogenesis. Pertumbuhan embrio terjadi dari embional plate yang terdiri dari 3 lapisan Ektoderm, Endoderm, dan Mesoderm.

Teratogenesis merupakan pembentukan cacat bawaan pada bayi baru lahir. Kelainan ini sudah diketahui selama beberapa dasawarsa dan merupakan penyebab utama morbiditas serta mortilitas pada bayi baru lahir. Pada awalnya terjadinya teratogenesis dihubungkan dengan akibat kekurangan gizi pada wanita semasa hamil.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/