Pengertian Hukum Islam

Pengertian Hukum Islam

             Katahukum dalam “Hukum Islam” bukanlah arti hukum dalam bahasa Arab al-hukm akan tetapi makna hukum dalam bahasa Indonesia adalah bermakna syari’ah dalam Bahasa Arab. Pendapat ini seperti disebutkan oleh Fathurrahman Djamil yang menyimpulkan : Kata hokum Islam tidak ditemukan sama sekali di dalam Al-Qur’an dan literature hukum dalam Islam14, yang ada dalam Al-Qur’an adalah kata syari’ah,fikih, hukum Allah dan yang seakar dengannya, kata hukum Islammerupakan terjemahan dari term“Islamic Law”dari literatur barat.15

             Maka dalam ruang lingkup hukum Islam digunakan istilah SyariahIslam, yaitu “Seluruh peraturan dan tata cara kehidupan dalam Islam yangdiperintahkan oleh Allah SWT yang termaktub di dalam Al-Qur’an danAl-Sunnah”. Hal ini sebagaimana term hukum dalam bahasa Indonesia yaitu “Seperangkat norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat, baik peraturan atau norma itu berupa kenyataan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat maupun peraturan ataunorma yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakkan oleh penguasa, baik berupa hukum tertulis ataupun tidak tertulis seperti hukum adat”.16

             Pengertian selanjutnya dalam rangkaian hukum Islam adalah kata “Islam”. Kata ini secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu kata al-salam-aslama-yaslimu-islaman kata ini mempunyaicabang makna yang sangat banyak, namun semuanya menunjuk kepada Makna al-salam yaitu kesejahteraan, kedamaian serta sifat tunduk patuh.17 Dalam Al-Qur’an akar kata aslama terdapat dalam QS Al-Hujuraat : 14

ِ قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

13 Mukallaf adalah muslimyang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhilarangan agama(pribadi muslim yang sudah dapat dikenai hukum). Seseorang berstatus mukallaf bila ia telah dewasa dan tidak mengalami gangguan jiwa maupun akal. Sedangkan mujtahid adalahialah orang-orang yang berijtihad hanya pada beberapa masalah saja, jadi tidak dalam artikeseluruhan, namun mereka tidak mengikuti satu madzhab. Misalnya, Hazairin berijtihad tentanghukum kewarisan Islam, Mahmus Junus berijtihad tentang hukum perkawinan, A. Hasan Bangil berijtihad tentang hukum kewarisan dan hukum lainnya, Prof. Dr. H. M. Rasyidi berijtihad tentangfilsafat Islam. Wikipedia, mukallaf. Mujtahid.

14Amir Syarifuddin,Op. Cit,hal. 5

15Fathurrahman Jamil,Filsafat Hukum Islam, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999. hal. 11.

16 Mohammad Daud Ali, Hukum Islam : Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, hal. 40.

            Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. 

Pada ayat ini kata أَسْلَمْنَا berarti kami tunduk kepada peraturanAllah SWT. Adapun dalam QS Al-Jin : 14, kata أَسْلَمْbermakna taatterhadap perintahNya :

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

             Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta`at danada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang ta`at, maka mereka itu benar-benar telahmemilih jalan yang lurus.

Sinonim dari kata tunduk dan taat adalah berserah diri, hal iniseperti disebutkan dalam QS Az-Zumar :54

وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ 

             Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, danberserahdirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamutidak dapat ditolong (lagi).

Sumber :

https://finbarroreilly.com/