Penjelasan Tentang Valuta Asing

Penjelasan Tentang Valuta Asing

Penjelasan Tentang Valuta Asing

Pengertian Pasar Valuta asing dalam ekonomi

Pasar valuta asing yang dalam bahasa inggris dikenal dengan foreign exchange marketsecara umum diartikan sebagai suatu tempat diselenggarakannya kegiatan pertukaran mata uang dari beberapa negara di dunia ini atau dapat pula diartikan dengan Tempat bertemunya antara penawaran dan permintaan valuta asing.

Sedangkan  Menurut Salah satu pemikir ekonomi yaitu madura (2000:58) mendefinisikan pasar valas sebagai pasar yang memberikan fasilitas untuk kegiatan pertukaran valuta dalam rangka untuk mempermudah berbagai transaksi perdagangan dan keuangan dalam lingkup internasional. Sederhananya, pasar valas adalah sebuah perdagangan mata uang (valuta) suatu negara tertentu dengan mata uang dari negara lainnya, adapun tarif tarif dari pertukaran mata uang tersebut dikenal dengan Foreign Exchange Rate yang dalam negara indonesia dikenal sebagai Kurs Valas.

Mata Uang yang biasanya diperdagangkan dalam pasar valuta asing antara lain  Dolar Amerika (USD), Poundsterling Inggris (GBP), Euro Dolar (EUR), Swiss Franc (CHF), Japanese Yen (JPY), Australian Dolar (AUD), Canadian Dolar (CAD).

Fungsi dari Pasar Valuta Asing dalam dunia Bisnis

Dalam Dunia ini setiap negara memiliki mata uang yang diakuinya sendiri-sendiri, misalnya saja indonesia mata uangnya rupiah dan sebagainya. Dengan danya perbedaan mata uang yang terdapat diseluruh negara didunia ini serta adanya suatu kebutuhan akan mata uang negara lain maka dapat terakomodasi oleh keberadaan pasar valuta asing. Para Pelaku maupun para nasabah bisa melaksanakan transaksi keuangan secara internasional lewat pembelian (permintaan) dan penjualan (penawaran) terhadap mata uang asing. Adapun Fungsi dari pasar uang antara lain sebagai berikut:

1) Menjadikan pertukaran mata uang asing menjadi mudah dan mempermudah pemindahan dana negara satu ke negara lainnya. Pasar valuta asing menjadi penyelenggara atas terjadinya transaksi internasional dengan memberikan fasilitas dalam mengkonversikan mata uang, baik mata uang asing ke mata uang domestik  maupun sebaliknya.

2) Memberikan fasilitas kredit jangka pendek kepada para pelaku sebagai media dalam bertransaksi ketika melakukan  pembayaran maupun penyerahan barang yang sifatnya tidak perlu segera diselesaikan. Penyediaan fasilitas kredit dibutuhkan untuk melakukan pembiayaan barang yang masih dalam perjalanan. Importir dapat melakukan pembayaran secara tunai untuk pembelian barang sebelum barang datang. Sebaliknya eksportir bisa membiayai sebelum datangnya barang.

3) Memiliki peran dalam penyediaan fasilitas perlindungan bagi para pelaku terhadap terjadinya perubahan kurs melalui mekanisme hedging. Adapun perlindungan yang dilakukan melalui mekanisme hegding ini dijalankan melalui pasar forward. Perubahan kurs pada masa datang dapat akan mengakibatkan resiko bagi para pelaku yang menjalankan transaksi dengan mata uang asing. Baik untuk transaksi ekspor, transaksi impor,  transaksi pinjaman maupun transaksi investasi dalam valuta asing.


Sumber:

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/