Pentingkah Epistemologi Dalam Mencegah Radikalisme Pada Dunia Pendidikan?

Pentingkah Epistemologi Dalam Mencegah Radikalisme Pada Dunia Pendidikan? – Istilah bahwa radikalisme dimaknai sebagai sebuah paham atau aliran tertentu yang begitu militan dan fanatik dalam masalah politik. Kelompok radikalisme mengharapkan suatu evolusi yang besar dan pembaharuan sistem sosial dan politik menurut prinsip-prinsip agama yang diyakininya, dan seringkali memakai cara-cara laksana kekerasan untuk mengolah sistem yang sekitar ini dirasakan sangat jauh dari nilai-nilai agama. Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa besar umat muslim di Indonesia dalam mengetahui Islam sebagai perspektif radikalisme.

Penyebaran radikalisme itu pada kalangan tertentu dapat menggunakan bermacam teknik misalnya melewati organisasi, ceramah di masjid-masjid, media massa laksana majalah atau kitab bahkan pada media sosial. Jadi, dengan adanya penyebaran secara langsung untuk masyarakat akibatnya radikalisme Islam telah menginjak sebagian besar dunia edukasi di sejumlah daerah. Jika urusan demikian tidak segera guna diantisipasi, besar bisa jadi dapat menumbuhkan sikap intoleransi bahkan senakin menjalarnya pula terorisme di kalangan pelajar.

Adanya paham radikalisme yang merajalela seperti ketika ini yang tidak sedikit dijumpai di kampus pun bukan sesuatu yang baru lagi yang terjadi pada kalanagn mahasiwa. Terdapat bnayak permasalahan yang terjadi pada mahasiswa yang kesudahannya resign dari kuliah yang tujuannya guna bergabung dalam suatu gerakan tertentu untuk membina negara islam. Lalu urgen kah peranan epistemologi dalam mencegah pemahaman radikalisme pada generasi muda terutama di kalangan pelajar?

Dalam urusan ini peran epistemologi sangat urgen dalam mengatasi sekian banyak paham yang sekitar ini dirasakan sebagai radikaisme khusunya pada dunia pendidikan. Mengapa demikian? Karena epistemologi berkaitan dengan sifat pengetahuan dan bisa menjadi dasar pengetahuan, karena dalam memutuskan benar tidaknya benak atau penetahuan menurut ukuran kebenaran. Kritka pengetahuan sendiri utnuk menyerahkan tinjauan secara medalam dalam menilai benar tidaknya pengethuan yang didapatkan manusia. Maka peranan epistemologi dalam dunia edukasi ini merangkum pada esensi pengetahuan diaman tugas epistemologi yakni berjuang dalam memutuskan sebuah kebenaran sebuah isi pemikiran. Adapun salah satu faedah epistemologi yakni sebagai sarana dalam memahami sekian banyak variasi kebenaran pengetahuan.

Berbicara tentang pengetahuan tentunya paling beragam lagipula merujuk pada suatu kebenaran. Mengenai kebeneran sendiri sesungguhya pada kehidupan insan tidak dapat hidup bila melulu pada satu kebenaran maka dari tersebut manusia mesti memiliki kebenaran pengetahuan yang beraneka supaya mansuia menjadi lebih gampang dan mendekati kesempurnaan. Adapun di antara objek epistemologi yang bersangkutan yaitu objek pengalaman dimana sebuah penegetahuan pada dasarnya terdapat dan dapat diciduk oleh indra baik bermunculan maupun batin. Selain tersebut sumber pengetahuan tentang pemikiran yang menurut pada akal dan rasio, jadi meskipun indera dapat menghasilkan sebuah pengetahuan tetapi melulu akal insan yang menghasilkan konsep mempunyai sifat universal.

Jadi peran epistemologi dalam dunia edukasi sangatlah penting supaya siswa/mahasiswa tidak gampang terjerumus dalam sebuah pemahaman tertentu. Hal demikian juga diperlukan adanya pengetahuan dan kebenaran secara universal dan cocok dengan akal benak untuk mengetahui suatu doktrin tertentu dimana penyebarannya secara langsung untuk masyarakat. Selain tersebut untuk pencegahannya pun dapat melewati pengarahan di sekolah dimana seorang guru mesti lebih menyimak dan menunjukkan siswanya supaya tidak terjerumus oleh pemahaman tertentu. Selain tersebut hubungan epistemologi dengan pendidikan ialah untuk mengembangkan ilmu secara produktif dan bertanggung jawab serta menyerahkan suatu gambaran-gambaran umum tentang kebenaran yang diajarkan dalam proses pendidikan.

Dalam epistimologi dikenal dengan sebuah teknik untuk mendapatkan sebuah ilmu, maka di dalam edukasi mulai dari perencanaan hingga penerapan edukasi harus dilakukan secara benar, tepat dan ilmiah. Pendidikan tidak dapat dilaksanakan secara pengalaman, oleh karena tersebut di dalam mengkaji suatu sistem proses edukasi harus adanya hasil dari sebuah kajian yang mendasar. Model sebuah edukasi adalahproses yang paling bermakna di dalam pencerdasan bangsa. Pedoman yang dilakukan adalahsebuah mekanisme untuk para penyelenggara baik dari tingkat pusat hingga pada guru yang sebagai pusat tombak pendidikan.

Sumber: Www.Pelajaran.Id