Penyebab Kerusakan Hutan

Penyebab Kerusakan Hutan

Penyebab Kerusakan Hutan

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan hutan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Kebakaran Hutan

Penyebab kebakaran hutan samapai saat ini masih menjadi topik perdebatan, apakah karena alam atau karena kegiatan manusia. Namun berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab utama kebakaran hutan adalah faktor manusia yang berawal dari kegiatan atau permasalahan sebagai berikut :

  1. a)Sistem perladangan tradisional dari penduduk setempat yang berpindah-pindah.
  2. b)Pembukaan hutan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan untuk insdustri kayu maupun perkebunan kelapa sawit.
  3. c)Penyebab struklural, yaitu kombinasi antara kemiskinan, kebijakan pembangunan dan tata pemerintahan, sehingga menimbulkan konflik antar hukum adat dan hukum positif negara.

Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional di kawasan hutan dimana pembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat mudah dan praktis. Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendali karena telah mengikuti aturan turun menurun.

  1. Penebangan Hutan Sembarangan

Menebang hutan sembarangan akan menyebabkan hutan menjadi gundul. Ditambah lagi akhir-akhir ini penebangan hutan liar semakain marak terjadi.

  1. Penegakan Hukum yang Lemah

Menteri Kehutanan Republik Indonesia M.S.Kaban, SE. MSi menyebutkan bahwa lemahnya penegakan hukum di Indonesia telah turut memperparah kerusakan hutan Indonesia. Menurutnya mereka hanya orang-orang upahan yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-harinya. Mereka hanya suruhan dan bukan orang yang paling bertangggung jawab. Orang yang menyuruh mereka dan paling bertanggung jawab sering belum disentuh hukum. Mereka biasanya mempunyai modal yang besar dan memiliki jaringan kepada penguasa. Kejahatan seperti ini sering juga melibatkan aparat pemerintahan yang berwenang dan seharusnya menjadi benteng pertahanan untuk menjaga kelestarian hutan seperti polisi kehutanan dan dinas kehutanan. Keadaan ini sering menimbukan tidak adanya koordinasi yang maksimal baik antara kepolisian, kejaksaan dan pengadilan sehingga banyak kasus yang tidak dapat diungkap dan penegakan hukum menjadi sangat lemah.


Baca Juga :