Perbaikan Bangunan SDN di Mojokerto yang Ambruk Tahun Ini

Perbaikan Bangunan SDN di Mojokerto yang Ambruk Tahun Ini

Perbaikan Bangunan SDN di Mojokerto yang Ambruk Tahun Ini

Perbaikan Bangunan SDN di Mojokerto yang Ambruk Tahun Ini

Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mengaku telah menerima laporan kerusakan yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojoroto, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Perbaikan sudah dianggarkan Tahun Ajaran (TA) 2019 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Catur Irawan mengaku sudah menerima laporan kerusakan yang terjadi di SDN Mojoroto. “Iya (sudah terima laporan, red), sudah dianggarkan TA 2019,” ungkapnya, Rabu (23/7/19).
Baca Juga:

Dua Atap Bangunan SDN di Mojokerto Ambruk, Pihak Sekolah Ajukan Perbaikan

Polisi Segera Panggil Dinkes Sampang
1 Ruang untuk Siswa 2 Kelas, Disdik Janji Rehab SDN Sendir Lenteng
Dua Atap Bangunan SDN di Mojokerto Ambruk, Siswa Kelas V dan VI Belajar Berdesakan
Belum Ada Setahun, Atap Pelataran Pasar Sumoroto Tiba-tiba Roboh

Namun terkait realisasi dan alokasi anggaran yang diplot untuk membenahi bangunan, pihaknya mengaku belum bisa merincikan. Saat ini, proyek fisik tersebut tengah di proses dan akan segera disentuh perbaikan dalam waktu dekat. “Yang jelas, sampai saat ini masih dalam proses sesuai mekanisme,” tegasnya.

Dua atap bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojoroto, Kecamatan Jetis,

Kabupaten Mojokerto ambruk. Akibatnya, siswa kelas V dan VI harus berdesakan menempati ruangan di rumah kepala sekolah yang selama ini ditempati tukang kebun.

Sedikitnya 44 siswa harus berdesakan belajar dalam satu bangunan tua rumah dinas kepala sekolah yang dibangun sejak tahun 1982 lalu. Ini tampak dari tulisan di dinding, INPRES 4/1982 RUMAH GURU SEKOLAH DESA MOJOROTO PELAKSANA ov JOYOBOYO.

Bangunan tersebut memiliki ukuran panjang 12×6 meter persegi. Selain nampak

kumuh dan beberapa atap plafon rapuh, dua ruangan yang masing-masing di bagian kamar dan ruang tamu digunakan untuk proses belajar mengajar dengan ukuran 3×3 meter persegi.

Ruangan seluas 3×3 meter persegi yang di isi kelas VI sebanyak sembilan siswa, sedangkan kelas V ditempatkan di ruangan tamu yang memiliki lebar 3×4 meter persegi dengan jumlah 12 siswa. Proses belajar mengajar dua kelas tersebut terpaksa dipindahkan karena ruang kelas mereka ambruk sejak dua tahun lalu.

 

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=3SM71