Perihal Kinerja dan Rasio Keuangan Bank

Perihal Kinerja dan Rasio Keuangan Bank

Perihal Kinerja dan Rasio Keuangan Bank – Kinerja keuangan sebagaimana diuraikan didalam pengertian kinerja keuangan menurut para pakar merupakan kapabilitas suatu perusahaan didalam menggunakan finansial untuk beroleh profit yang direncanakan. Pendapatan yang dimiliki oleh suatu perusahaan baik diamati dari sumbernya maupun fungsinya terangkum didalam laporan keuangan yang meliputi neraca, rugi laba, laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.

Pada lembaga perbankan punyai sedikit perbedaan bersama pengukuran kinerja suatu perusahaan secara lazim sebagaimana udah dijelaskan pada macam-macam rasio keuangan dan rumusnya. Sedangkan kinerja keuangan bank yang diukur bersama menggunakan rasio keuangan bank dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Rentabilitas

Rentabilitas merupakan kapabilitas perusahaan membuahkan keuntungan atau laba. Kemampuan perusahaan membuahkan laba mengindikasikan bahwa terkandung aliran kas masuk. Rasio yang lazim digunakan untuk menganalisis rentabilitas perusahaan perbankan adalah Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity (ROE) dan Return On Asset (ROA). Keempat rasio keuangan bank berikut dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Gross Profit Margin (GPM)

Gross profit margin merupakan rasio untuk mengukur kapabilitas bank membuahkan laba dari operasional usahanya yang murni. Rumus rasio ini adalah :

b. Net Profit Margin (NPM)

Net profit margin adalah rasio tingkat profitabilitas yang dihitung bersama langkah membagi net income bersama operating income. Rasio ini menunjukan keuntungan bersih bersama total penjualan yang di peroleh dari tiap-tiap penjualan. Rumus rasionya adalah:

c. Return On Equity (ROE)

Return on equity merupakan rasio untuk mengukur kapabilitas bank beroleh laba dan efesiensi secara total operasional lewat pemakaian modal sendiri. Rumus rasio rentabilitas yang satu ini adalah:

d. Return On Asset (ROA)

Return on asset merupakan rasio untuk mengukur kapabilitas bank beroleh laba atas pemakaian aset yang dimiliki. Rasio ini diformulasikan sebagai berikut :

2. Likuiditas

Menurut Faisal (2002) Likuiditas merupakan kapabilitas perusahaan untuk membayar hutang-hutang jangka pendek maksimal satu th. bersama sejumlah aktiva lancar yang dimiliki. Ada empat rasio yang dapat digunakan untuk memperkirakan kapabilitas perusahaan perbankan memenuhi keperluan jangka pendeknya, yaitu quick ratio, banking ratio, assets to loan ratio, dan loan to deposit ratio. Keempat ratio berikut dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Quick Ratio

Quick Ratio merupakan kapabilitas bank mengembangkan dana nasabah bersama menggunakan aktiva lancarnya. Rumus rasio likuiditas ini dapat diformulasikan sebagai berikut :

b. Banking Ratio

Banking Ratio bertujuan untuk mengukur tingkat likuiditas bank bersama membandingkan jumlah kredit yang disalurkan bersama jumlah deposit yang dimiliki. Formulasinya adalah:

c. Assets to Loan Ratio

Assets to Loan Ratio merupakan rasio untuk mengukur jumlah kredit yang disalurkan bersama jumlah harta yang dimiliki bank. Rumus rasio likuiditas yang ketiga ini yakni:

d. Loans to Deposit Ratio

Loans to Deposit Ratio merupakan rasio untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan bersama jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Berikut rumus rasio likuiditasnya:

3. Solvabilitas

Menurut Martono (2002), Solvabilitas merupakan kapabilitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kemampuan perusahaan perbankan membayar hutang jangka panjang dapat diukur bersama primary ratio, dan capital adequacy ratio (CAR). Kedua rasio solvabilitas berikut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Primary Ratio

Primary Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur apakah permodalan yang dimiliki udah memadai, atau sejauh mana penurunan yang berlangsung didalam total aset masuk dapat ditutupi oleh capital equity. Berikut rumus rasio solvabilitasnya:

b. Capital Adequacy Ratio (CAR)

CAR adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung resiko kerugian yang barangkali dihadapi oleh bank. Capital Adequacy Ratio dapat diformulasikan sebagai berikut:

4. Efisiensi
Rasio efisiensi merupakan rasio untuk mengukur kinerja manajemen bank didalam menggunakan semua segi produksinya secara tepat guna dan berhasil. Rasio efesiensi bisnis didalam perusahaan perbankan dapat diukur bersama menggunakan tiga rasio, yaitu :

a. Leverage Multipler Ratio (LMR)

Leverage multipler ratio digunakan untuk mengukur kapabilitas bank mengelola aktiva yang dikuasainya. Rasio ini dapat diformulasikan sebagai berikut :

b. Asset Utillization Ratio (AUR)

Asset utillization ratio merupakan rasio untuk mengukur kapabilitas bank menggunakan aktiva yang dikuasainya guna beroleh total pendapatan. Rumus dari rasio ini adalah :

c. Operating Ratio

Operating ratio merupakan rasio untuk mengukur umumnya cost operasional dan non operasional yang digunakan bank guna beroleh pendapatan. Rasio ini dapat diformulasikan:

Demikian sejumlah rumus rasio keuangan bank yang kerap digunakan didalam menganalisis laporan keuangan lembaga perbankan.

Sumber : https://tokoh.co.id/

baca juga :