Periode Ketiga

  Periode Ketiga

Fae ini adalah fase terakhir. Fase  ini terkenal dengan tertutupnya pintu ijtihad  yang dimulai pada tahun 1446-1932 Masehi (independent judgemen) yang mengakibatkan fase ini dikenal dengan fase stagnasi, pada fase ini para fukaha hanya menulis cacatan-catatan para pendahulunya dan mengeluarkan fatwa yang sesuai dengan aturan standar bagi masing-masing mazhab, namun demikian trdapat sebuah gerakan pembaharu selama dua abad terakhir yang menyeru untuk kembali kepada al-quran dan hadis nabi sebagai pedoman hidup, tokoh-tokoh pemikir ekonomi Islam pada fase ini antara lain diwakilioleh shah wali Allah, Jamaluddin Al-Afgani, Muhammad Abduh dan Muhammad Iqbal.

            Sejarah Baru Ekonomi Islam,

Dalam perkembangannya sejarah pemikiran Ekonomi Islam juga memiliki perkembangan sejarah sampai saat ini (era modern), menurut salah satu pemikir Islam yang dikenal dengan Bapak ekonomi Islam, Khursyid Ahmad, dalam sejarah modern terdapat tiga tahapan perkembangan dalam wacana pemikiran ekonomi Islam.

1)      Tahapan pertama dimulai oleh para sebagian ulama yang tidak memiliki pendidikan formal dalam bidang ekonomi namun dalam persoalan sosio ekonomi beliau memahaminya pada masa itu, salah satu hal yang mulai meransang semangat berfikirnya yaitu mulai merebaknya bunga bank konvensional, yang menurutnya sangat perlu untuk masalah itu dituntaskan karna dari perspektif agama Islam hal tersebut diharamkan, pada masa ini para ulama mulai mengundang para ekonom dan banker untuk saling bahu-membahu untuk mendirikan sebuah lembaga keungan yang berprinsipkan syari’ah. Masa dimulai pada pertengahan tahun 1930-an dan mengalami puncak kemajuan pada masa 1930-an dan 1960-an, pada masa itu di Pakistan didirikanlah sebuah Bank Islam local yang berlokasi di Delta sungai Nil Mesir dengan nama lembaga yaitu “Mit Ghomr Local Saving Bank” yang beroperasi tanpa bunga.

Sumber :

https://hopalleybrew.com/indosat-ajak-generasi-muda-bijak-gunakan-internet/