periode penegas kemerdekaan ditandai dengan

SEJARAH MODAL BANGSA INDONESIA PRA-KEMERDEKAAN

Modal bangsa Indonesia (masa penjajahan)

Ketika redaksi “Indonesia Merdeka” pada tahun1924 menulis sebuah pengantar yang berisi tentang, “Indonesia Merdeka telah menjadi suara pelajar Indonesia muda. Mungkin suara ini belum terdengar oleh penguasa, tetapi suatu waktu, suara itu pasti akan tertangkap. Suara itu tidak dapat diabaikan begitu saja, karena di belakangnya berdiri suatu kemauan yang keras untuk merebut kembali dan mempertahankan hak-hak tertentu, yakni agar dapat dibentuk suatu Negara Indonesia Merdeka, cepat atau lambat!”[1]

Anak-anak muda Indonesia telah merasakan pukulan dari kolonial dan rasial, membuat para pemuda yang belajar terpanggil karena menyadari bahwa mereka sebagai pengemban tugas untuk memberi perlindungan terhadap kemanusiaan. Kesadaran yang mendalam, bahwa kemerdekaan hanya dapat dicapai dengan segenap tenaga dan kekuatan diri. Hal ini membuat mahasiswa Indonesia mengesampingkan kepentingan mereka dan mengorbankan diri pribadi untuk mencapai kemerdekaan.[2]

Selain itu, langkah selanjutnya yang dipikirkan oleh pemuda-pemuda Indonesia adalah meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa kita punya kekuatan di setiap daerah yang masing-masing mempunyai suku, ras, dan agama yang berbeda. Dengan moral yang mencerminkan sila pancasila, tertanam di setiap individu masyarakat Indonesia meyakini bahwa persatuan adalah kekuatan yang paling besar untuk meciptakan sebuah negara yang merdeka. Oleh sebab itu, nilai-nilai pancasila di ambil dari sikap moral yang ada di individu bangsa Indonesia. Dalam hal ini, nilai-nilai pancasila masih belum jelas batas-batas antara sila satu dengan sila lainnya. Masyarakat masih memahaminya sebagai nilai-nilai kehidupan yang harus dikejar, bukan prinsip-prinsip abstrak yang akan menjadi pedoman bangsa.[3]

Lalu muncullah himpunan Indonesia yang menyadari bahwa gerakan kebangsaan dapat mencapai banyak hal apabila faktor-faktor kekuasaan psikologis itu, yang merupakan tumpuan si penjajah dapat diruntuhkan.
1. Melawan polotik memecah-belah dan menguasai
Dengan adanya himpunan Indoneseia yang menimbulkan propaganda cukup menakuti para penguasa, terbukti dengan ditariknya majalah Indonesia Merdeka tahun 1925 dari kantor-kantor pos di Indonesia. Walaupun sudah disita, gagasan tentang persatuan Indonesia sudah menyebar mencapai berbagai lapisan masyarakat.
2. Memerangi usaha membiarkan masa Indonesia dungu
Memerangi usaha membiarkan Indonesia dungu merupakan tugas pergerakan nasional dan Tanah Air. Dengan menyebarluaskan prinsip-prinsip yang akan membebaskan rakyat banyak dar tirani mental polotik kolonial Belanda. Rakyat Indonesia harus diberi pandanga nyang luas soal pendidikan massa melalui sejarah, politik, dan lain-lain. Dengan keaadan psikis yang baik akan memperkuat dan meningkatkan kadar rakyat yang baik.


Sumber: https://belantaraindonesia.org/