PERSPEKSTIF PAJAK JIKA DILIHAT DARI SISI EKONOMI DAN JUGA HUKUM

PERSPEKSTIF PAJAK JIKA DILIHAT DARI SISI EKONOMI DAN JUGA HUKUM

PERSPEKSTIF PAJAK JIKA DILIHAT DARI SISI EKONOMI DAN JUGA HUKUM

Sebagai sumber pendapatan utama suatu Negara, pajak itu sendiri memiliki nilai strategis dalam hal perspektif ekonomi dan juga hokum. Bedasarkan ke-4 ciri pajak yang telah disebutkan tadi, maka pajak dapat dilihat dari 2 perspektif diantaranya yaitu :

1. PAJAK DARI PERSPEKTIF EKONOMI

Hal ini bisa dinilai dari beralihnya sumber daya dari sektor privat atau warga Negara, kepada sektor publik atau masyarakat. Dilihat dari perspektif tersebut akhirnya muncul gambaran bahwa pajak dapat menyebabkan 2 situasi yang menjadi berubah. Diantaranya yaitu :

  • Berkurangnya kemampuan seorang individu dalam menguasai sumber daya, yang merupakan kepentingan penguasaan setiap barang dan jasa.
  • Bertambahnya kemampuan dalam keuangan Negara, pada penyediaan barang dan jasa publik yang menjadi kebutuhan setiap masyarakat.

2. PAJAK JIKA DILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM

Perspektif dari hokum ini dapat terjadi akibat adanya suatu ikatan yang timbul karena adanya Undang-Undang, yang kemudian menyebabkan timbulnya kewajiban setiap warga Negara dalam membayar atau menyetorkan sejumlah dana tertentu kepada Negara. Dalam hal ini Negara harus mempunyai kekuatan dalam memaksa, dan pajak harus digunakan dengan baik.

Dengan melihat hal tersebut, sudah jelas bahwa pajak yang dipungut tetap harus berdasarkan Undang-Undang. Sehingga setiap orang terjamin hidupnya dengan adanya kepastian hukum, bagi bagi petugas pajak sebagai pengumpul pajak maupun ia sebagai wajib pajak yang juga harus membayar pajak.


Baca Juga :