Tafsir Bil Ma’tsur dan Penjelasannya

Tafsir Bil Ma’tsur dan Penjelasannya

Tafsir Bil Ma’tsur dan Penjelasannya

Penafsiran terhadap Al-qur’an ada dua macam, sebagai berikut : Pertama, yang dinamakan bil ma’tsur atau dengan riwayat. Kedua, yag dinamakan tafsir bir ra’yi atau dengan dirayah (pengetahuan).

  1. Tafsir bil ma’tsur
  2. Pengertian tafsir bil ma’tsur

Tafsir bil ma’tsur adalah tafsir yang dapat diterapkan , bahwa Nabi sendiri atau sahabatnya yang bersentuhan langsung dalam wilayah pengajaran. Hal itu telah menjelaskannya dengan penjelasan makna-makna Al-qur’an.[1]

Yang dimaksud dengan tafsir bil ma’tsur atau taksir riwayat adalah taksir yang terbatas pada riwayat Rsdulullah SAW. Dan dari sahabat atau murid-murid mereka dan kalangan tabi’in, dan dapat juga dari tabi’in-tabi’in.

Kitab-kitab hadits yang berisi tentang tafsir Al-qur’an. Hal ini seperti terdapat dalam dua kitab shahih Bukhari dan Muslim, juga dalam sunan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, kitab tafsir an-Nasa’I Ia menyediakan satu Juz dari sunan al-Kubra khusus untuk tafsir shahih Ibnu Khuzaiman, shahih Ibnu Hibban dan Mustadrak al-Hakim. Dan sebelum itu adalah al-Mushannaf Abdurrozzaq selain itu juga kitab taksir yang terkenal adalah Jami’ al-Bayan fi Ta’wil al-Guran yaitu kalangan Syaikh Mufassirin Abi Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari yang masuk didalamnya tafsir riwayat dan dirayah sekaligus. Selain itu juga adalah taksir Ibnu Katsir yang dinamakan tafsir al-Qur’an Azim.[2]

Pembagian tafsir bil ma’tsur atau bi riwayah

  1. Penafsiran Al-qur’an dengan Al-qur’an

Contoh, seperti firman Allah :

Ïä!$uK¡¡9$#ur É-Í‘$©Ü9$#ur ÇÊÈ

Artinya : “Demi langit dan yang datang dimalam hari”.QS. Ath-Thariq : 1

ãNôf¨Y9$# Ü=Ï%$¨W9$# ÇÌÈ

Artinya : “Ialah bintang yang bercahaya”. QS. Ath-Thariq : 3

Kemudian firman Allah ‘Azza wa jalla :

https://manjakani.co.id/crowntakers-apk/