Teori Di Dalam Belajar

Teori Di Dalam Belajar

Tesori Di Dalam Belajar

Tesori Di Dalam Belajar

Teori Belajar Connectionisme.

Teori belajar ini dipelopori oleh Thorndik. Menurut Thomdike belajar adalah peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus(S) dengan respon (R). Stimulus adalah suatu perbuatan atau kejadian yang dapat menimbul rangsangan sedangkan Respon adalah reaksi akibat adanya perangsanag / rangsangan.

Teori ini didasari dari eksperimen pada kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respon perlu adanya kemampuan untuk memilih respon yang tepat serta melalui usaha (trials) dan kegagalan (error) terlebih dahulu. Oleh karena itu teori belajar ini sering disebut denga teori belajar Connectionisme atau teori Asosiasi.

Thomdike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon mengikuti hukum-hukum betikut:

a. Law of Effect

Yaitu jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan maka hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin kuat dan sebaliknya semakin tidak puas efek yang dihasilkan oleh respon maka semakin lemah pula hubungan antara Stimulus dengan Respon..

b. Law of Readiness

Yaitu bahwa kesiapsiagaan untuk berbuat akan memperlancar hubungan antara S dan R.

c. . Law of Excercise

Yaitu bahwa hubungan natara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat jika sering dilatih dan semakin berkurang jika jarang atau tidak dilatih

2. Teori Classical Conditioning.

Pavlov meraih penghargaan Nobel dalam bidang psikology or medicine pada tahun 1904. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikologi behavioristik di Amerika.. Classic conditioning (pengkondisian ) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Pavlov mengadakan operasi leher pada seekor anjing sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar.Apabila diperlihatkan sesuatu makanan maka akan keluarlah air liurnya. Kini sebelum makanan diperlihatkan maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar juga.Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan , sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.

Dari Eksperimen yang dilakukan Pavlow tersebut menghasilkan hukum hukum belajar anara lain :

1. Law of Responden Conditioning yaitu Hukum pembiasaan yang dituntut . Jika dua stimulus dihadirkan secara simultan ( yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer ), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
2. Law of Responden Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.

Menurut teori ini belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dengan respons, Adapun akibat adanya interaksi antara stimulus dengan respons siswa mempunyai pengalaman baru,yang menyebabkan mereka mengadakan tingkah laku dengan cara yang baru.

Hal –hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori ini anatar lain.

  • Mementingkan pengaruh lingkungan
  • Mementingkan bagian bagian
  • Mementingkan perubahan reaksi
  • Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus – respons
  • Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya
  • Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan
  • Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan

Seorang Guru harus menyusun bahan

Pelajaran dalam bentuk yang sudah siap,sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh Guru.Guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh-contoh, baik dilakukan sendiri maupun melalui stimulus Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks.Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu.Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur,diamati dan kesalahan harus segera diperbaiki.

Kelebihan teori belajar ini sangat

Cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur –unsur seperti kecepatan ,spontanitas,kelenturan ,refleks dan daya tahan.Cocok diterapkan untuk melatih anak anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa,suka mengulangi dan harus dibiasakan ,suka meniru dan senang dengan bentuk penghargaan langsung.Dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan,sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.

Kekurangan teori belajar ini yaitu murid hanya mendengarkandengan tertib penjelasan guru dan menghapalkan apa yang didengar dan dipandanng sebagai cara belajar yang efektif. Contoh Teks Editorial Di Koran

 

Teori Belajar Opperant Conditioning / Burrhus Frederic Skinner ( 1904 -1990 )

Skinner dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction ) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operan ( penguatan positif atau negative ) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Berdasarkan berbagai percobaan pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan ( reinforcement ). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus – respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua yaitu penguatan positif yang berupa hadiah, perilaku atau penghargaan dan penguatan negative yang berupa menunda / tidak memberi penghargaan , memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.