TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI

TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI

TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI

TUJUAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI

Tujuan
Arahan perwujudan ruang wilayah kota yang diinginkan akhir masa perencaan (20 tahun mendatang) yang memberikan arahan pada lingkup sasaran yang ada dalam RTRW Kota serta semua programnya.

Kebijakan
Diwujudkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjanjikan suatu kondisi positif tujuan penataan ruang kota sebagai rumusan dari tindak lanjut pencapaian tujuan.

Strategi
Pernyataan yang menjelaskan langkah yang harus ditempuh untuk merealisasikan/ melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ada dalam RTRW Kota, merupakan arahan dari pengembangan kota dimasa mendatang untuk mencapai suatu pengembangan yang diinginkan.

C. RENCANA STRUKTUR RUANG
Rencana struktur wilayah kota / kawasan perkotaan terdiri dari :
1). Arahan Pengembangan & Distribusi Penduduk, Pengelompokan materi yang diatur:
Distribusi penduduk berdasarkan proyeksi distribusi penduduk wilayah kota dibandingkan dengan daya dukung kawasan dalam pengembangan sistem struktur kota.

2). Rencana Sistem Pusat Pelayanan Perkotaan, Pengelompokan materi yang diatur:
Berdasarkan pada unsur-unsur pembentuk rona lingkungan alam perkotaan, lingkungan sosial perkotaan, dan lingkungan buatan perkotaan.

distribusi penduduk per unit permukiman perkotaan.
sebaran pusat-pusat pelayanan perkotaan, dilengkapi dengan bentuk keterkaitan antar pusat kegiatan

3). Rencana Sistem Jaringan Transportasi
a) Sistem jaringan Transportasi Darat

Jalan, terdiri dari: Jalan Umum, Jalan khusus dan Jalan Tol Sistem Jaringan, terdiri dari: Jaringan arteri sekunder, kolektor sekunder, sistem primer; Kelas jalan, terdiri dari : Jalan Bebas Hambatan, Jalan raya, jalan sedang, jalan kecil; – Angkutan kereta api, terdiri dari: Jaringan jalan kereta api; stasiun kereta api;depo/balai jasa.
Angkutan sungai dan penyeberangan, terdiri dari:Jaringan transportasi danau, penyebrangan, jembatan antar pulau, dan jaringan transportasi jembatan dan terowongan antar pulau.

b) Sistem jaringan Transportasi Laut

Pelabuhan laut utama meliputi pelabuhan laut utama primer, sekunder, tersier, pelabuhan pengumpan regional dan lokal.
Alur Pelayaran laut.

c) Sistem jaringan Transportasi Udara

Klasifikasi bandar udara , terdiri dari: bandar udara pusat penyebaran primer, sekunder, tersier, bandar udara bukan pusat penyebaran.
Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan.

4). Rencana Sistem Jaringan Utilitas, Pengelompokan materi yang diatur:

Sistem penyediaan Air bersih, terdiri dari : mata air; intake; jalan transmisi; instalasi produksi; bak penampung; pipa jaringan air bersih; jalur distribusi air bersih; bendungan; kanal besar; waduk penampungan air bersih.
Sistem penyediaan Air pembuangan, jaringan air limbah terdiri dari : saluran primer; saluran sekunder; bangunan pengolahan; waduk penampungan. Dan jaringan air pembuangan limbah rumah tangga dan limpasan air hujan terdiri dari : saluran primer; saluran sekunder; waduk penampungan.
Sistem prasarana Persampahan, terdiri dari : tempat pembuangan sementara; tempat pemrosesan akhir; bangunan pengolah sampah.
Sistem prasarana Sumber Daya Energi, untuk sistem energi listrik terdiri dari: bangunan pembangkit; gardu induk ekstra tinggi; gardu induk listrik; SUTET; SUTT; jaringan transmisi menengah. Untuk jaringan gas terdiri dari : instalasi distribusi gas; jaringan gas.
Sistem prasarana Telematika, terdiri dari : stasiun bumi; jaringan transmisi; kantor pos besar dan kecil; stasiun telepon otomat; rumah kabel.

D. RENCANA POLA RUANG
Rencana ini merupakan bentuk pemanfaatan ruang Wilayah Kota yang akan dituju hingga akhir tahun perencanaan yang menggambarkan ukuran, fungsi serta karakter kegiatan manusia dan atau kegiatan alam.
Materi yang diatur :
+ Kawasan Lindung, rencana disesuaikan dengan tipologi kota beserta intensitasnya:

Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya;
Kawasan perlindungan setempat;
Kawasan suaka alam dan cagar budaya;
Kawasan rawan bencana alam; dan
Kawasan lindung.

+ Kawasan Budidaya, rencana disesuaikan dengan muatan masing-masing aspek perkotaan dan sosial budaya lingkungan setempat. Rencana kawasan ini mencakup:

rencana penanganan lingkungan perkotaan;
arahan kepadatan bangunan;
arahan ketinggian bangunan.

E. RUANG TERBUKA HIJAU
Arahan umum penempatan RTH sesuai dengan fungsi dan pemanfaatanannya RTH harus disediakan minimal 30% dengan standar minimal 20% untuk publik dan 10% dipenuhi dari privat.

F. RUANG TERBUKA NON HIJAU

Dapat berupa ruang terbuka yang diperkeras maupun ruang terbuka biru (RTB) yang berupa permukaan sungai, danau, atau kolam-kolam retensi.
Rencana ruang terbuka non hijau memberikan arahan terhadap tipologi kebutuhan dan penyediaan ruang terbuka non hijau berdasarkan bentuk dan tipe penyediaan termasuk kriteria pemanfaatannya.

G. RENCANA KEGIATAN SEKTOR INFORMAL (PKL)

Arahan lokasi pengelolaan sektor informal seperti pedagang kaki lima, pasar loak, penjualan barang bekas.
Lokasi dan luas difokuskan pada integrasi dengan kegiatan sektor informal terhadap kawasan sekitarnya sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kemacetan, kebersihan, kriminalitas, dll.
Kemungkinan dikelola secara khusus untuk meningkatkan nilai tambah ruang.

 

Sumber : https://filehippo.co.id/