Ujian Tulis UGM Diikuti 45.356 Peserta

Ujian Tulis UGM Diikuti 45.356 Peserta

Ujian Tulis UGM Diikuti 45.356 Peserta

Ujian Tulis (Utul) Universitas Gadjah Mada 2019 diselenggarakan secara serentak Minggu (14/7/2019) di lima kota besar di Indonesia. Sebanyak 45.356 peserta mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru program Sarjana dan Diploma IV/Sarjana Terapan ini di berbagai lokasi yang tersebar di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Pekanbaru, dan Medan.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, ujian tulis UGM merupakan seleksi

masuk UGM yang menggunakan kombinasi nilai hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan nilai Utul yang diselenggarakan oleh UGM sendiri. “Penentuan kelulusan dari hasil kombinasi nilai UTBK dan Utul, prinsipnya kombinasi dari keduanya,” kata Rektor kepada wartawan sebelum meninjau beberapa lokasi ujian di Yogyakarta, Minggu (14/7/2019), di Gedung Pusat UGM.

Dari lima kota besar, rektor menyebutkan jumlah peserta berdasarkan lokasi ujian paling banyak di Yogyakarta yakni 36.754 orang, diikuti Jakarta 4.802, Pekanbaru 1.382, Medan 1.417 dan Surabaya 1.001. Sementara peserta berkebutuhan sebanyak sembilan orang, terdiri peserta tuna rungu sebanyak empat orang dan tuna daksa lima orang. “Tahun ini ada sembilan orang peserta berkebutuhan khusus,” kata Rektor.

Selain seleksi Ujian Tulis, UGM sebelumnya telah menerima mahasiswa baru dari

jalur Penelusuran Bibit Unggul. Sebanyak 1.728 calon mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan 3.131 mahasiswa lewat jalur SBMPTN. Rektor menyatakan bahwa lewat jalur ujian tulis rencananya UGM akan menerima 30% dari total kuota 6866 mahasiswa baru untuk program sarjana, atau sekitar 2.060 melalui seleksi mandiri. Selain itu, ia juga menyebutkan dari ujian seleksi ini juga akan menerima 220 mahasiswa baru pada 13 program studi Diploma IV, atau sebanyak 30% dari total kuota mahasiswa baru Sekolah Vokasi 998 orang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Utul kali ini UGM menggandeng beberapa kampus dan sekolah sebagai tempat lokasi pelaksanaan ujian, seperti SMAN 3 Yogyakarta, SMA Stella Duce, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Saat meninjau ke lokasi ujian di gedung Radioputro Fakultas Kedokteran, Kesehatan

Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Rektor juga sempat bertemu dengan salah satu peserta berkebutuhan khusus, Rizal Arif Maulana. Peserta tuna daksa ini tengah mengikuti ujian untuk kelompok Saintek. Remaja asal Karang Sewu, Galur, Kulonprogo ini berencana memilih kuliah di prodi ilmu komputer. Menggunakan kursi roda, Rizal datang bersama orang tuanya. Namun selama pelaksanaan ujian ia didampingi oleh petugas khusus dan tim kesehatan. “Kita mengerahkan petugas pendamping untuk peserta yang berkebutuhan khusus ini,” kata Rektor.

Rektor mengatakan bahwa hasil tes Utul akan diumumkan pada tanggal 23 Juli mendatang. Bagi peserta yang sudah mengikuti Utul namun belum diterima nantinya, jika berminat mereka masih bisa mendaftarkan diri kembali untuk mengikuti seleksi Sekolah Vokasi UGM melalui Jalur Nilai Utul. “Jalur ini merupakan seleksi masuk Program Sarjana Terapan UGM dengan menggunakan pola pengolahan hasil Ujian Utul, tanpa harus mengikuti tes tambahan,” katanya.

Panut Mulyono, menyatakan lulusan SMA dan sederajat yang tidak memiliki nilai ujian tulis berbasis komputer (UTBK) tak bisa mendaftarkan ikut seleksi ujian mandiri ujian tertulis maupun seleksi sekolah vokasi UGM gelombang II.

 

Baca Juga :